Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Inafis Polda DIY melakukan olah TKP dugaan pembunuhan di padukuhan Kedulan, Tirtomartani, Kalasan, Kamis (29/7/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN-Kasus pembunuhan kembali terjadi di Sleman. Kali ini korbannya adalah SYP, remaja 15 tahun warga Tirtomartani, Kalasan. Ia ditemukan tak bernyawa di rumahnya sendiri dan diduga dibunuh menggunakan senjata tajam saat ditinggal pergi ibunya.
Ketua RT 08 Padukuhan Kedulan, Tirtomartani, Sriyono, menjelaskan kejadian berlangsung pada Rabu (28/7/2021) petang. Ia menceritakan sekitar pukul 20.00 WIB ketika tengah ngobrol dengan tetangganya di depan rumah, tiba-tiba mendengar orang teriak.
"Ibu yang punya rumah [tetangga korban] lari bilang, \'itu tulung mbak Mar ada apa\'. Saya lalu masuk ambil masker dan lari ke sini [rumah korban]. Saya tengok udah bersimbah darah, dipangku ibunya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).
Ia bersama beberapa tetangga lalu memeriksa nadi korban. Setelah diketahui tidak ada denyutnya, mereka pun langsung melapor ke polisi. "Luka-luka di tangan, hampir putus. Yang lain tidak tahu persis karena melihat tidak dari dekat," ungkapnya.
Ia menuturkan berdasarkan kesaksian tetangga terdekat dengan rumah korban, saat kejadian tidak terdengar keributan atau suara apa pun dari rumah korban. "Padahal biasanya kalau ibunya ngajari sekolah sampingnya dengar. Ini tidak ada sama sekali," katanya.
Kepala Bagian Operasional (KBO) Satuan Reserse Kriminal Polres Sleman, Iptu Sri Pujo, mengatakan korban ditemukan meninggal oleh ibunya, setelah ditinggal sendirian di rumah. "Ibunya pergi. Korban sempat whatsapp minta ibunya segera pulang," ujarnya.
Ibu korban pulang pukul pukul 20.00 WIB dan mendapati korban sudah bersimbah darah dalam kondisi tak bernyawa, yang kemudian minta tolong tetangganya. Korban sendiri hanya tinggal berdua dengan ibunya.
Saat ini polisi masih menyelidiki terkait pelaku pembunuhan. Adapun korban diautopsi di RS Bhayangkara untuk selanjutnya dimakamkan pada Kamis (29/7/2021) sore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Dompet Dhuafa meraih penghargaan Pionir Filantropi Modern & Keadilan Sosial pada JBBA 2026 berkat pengelolaan dana ziswaf yang modern dan transparan.
Seorang pemuda di Sragen hilang terseret arus saat berendam di Bengawan Solo. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga Minggu malam.
PBNU menetapkan logo resmi Muktamar Ke-35 NU karya alumni Ponpes Langitan. Logo tersebut mengandung filosofi harmoni Syuriah dan Tanfidziyah.
PWI Pusat mendesak Hotman Paris meminta maaf usai pernyataannya dinilai merendahkan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Kemendikdasmen memperkuat budaya sekolah aman, nyaman, dan inklusif melalui sejumlah program untuk mencegah kekerasan dan perundungan.