Rektor dan Guru Besar UMY Soroti Rencana Pendirian 10 Kampus URI
Rencana pendirian 10 kampus Universitas Republik Indonesia dinilai perlu kajian akademik, dasar hukum yang jelas, dan perhitungan anggaran yang matang.
Siswa dan guru menunjukkan tabloid yang ditulis dengan aksara Jawa. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Kalangan milenial menjadi salah satu sasaran untuk didekatkan dengan aksara Jawa. Sebuah tabloid khusus remaja yang seluruh tulisannya menggunakan aksara Jawa diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan DIY dengan melibatkan sejumlah pemerhati aksara Jawa.
Tabloid bernama CaraKita ini isinya berkaitan erat dengan remaja. Menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris, tetapi uniknya semua tulisan hurufnya dengan aksara Jawa. Desainnya pun sangat erat dengan kegemaran anak milenial saat ini.
BACA JUGA : Kongres Aksara Jawa I di DIY Berpotensi Munculkan
Pendiri Kampung Aksara Pacibita Yogyakarta yang turut terlibat dalam penyusunan tabloid Ahmad Fikri mengatakan tabloid CaraKita memang menyasar anak milenial. Rubriknya pun berkaitan dengan para remaja saat ini. Tetapi tulisannya memakai aksara Jawa. Ia berharap strategi ini menjadikan remaja mengenal aksara Jawa.
“Karena remaja sekarang semakin jauh untuk mengenal aksara Jawa. Sehingga perlu dikenalkan lagi. Maka digunakanlah aksara Jawa dengan kalimat yang gaul,” katanya, Senin (9/8/2021).
Tabloid ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran aksara Jawa sekaligus menjadi salah satu cara untuk menimbulkan gairah beraksara Jawa. Para kaum milenial harus dibiasakan melihat aksara Jawa agar muncul ketertarikan untuk mempelajarinya. Sehingga selain bisa berbahasa Jawa juga bisa membaca aksara atau huruf Jawa.
“Tabloid remaja CaraKita memiliki dua pengertian yang saling menopang satu sama lain. CaraKita, dalam aksara Jawa apabila dibaca tanpa wulu [penanda vocal i] akan terbaca sebagai Carakata. CaraKita adalah cara remaja masa kini berekspresi dengan aksara Jawa. Carakata merupakan cara sebuah kata dituliskan dengan aksara dan alfabet carakan di era digital, sebagai CaraKita menulis dan mengekspresikan pikiran untuk keperluan mengungkapkan cara kita berbahasa hari ini,” katanya.
BACA JUGA : Ditolak Domain Internet, Aksara Jawa Belum Diakui sebagai
Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan DIY Setya Amrih Prasaja menyatakan sesuai amanat Kongres Aksara Jawa pada Maret 2021 lalu, sejumlah rekomendasi terus diupayakan untuk dijalankan. Salah satunya mengkampanyekan aksara Jawa. Harapannya aksara Jawa dan Bahasa Jawa ini ke depan tetap bisa dilestarikan.
"Karena aksara Jawa bisa dijadikan sebagai penanda dan kewibawaan agung terhadap perjalanan suatu budaya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rencana pendirian 10 kampus Universitas Republik Indonesia dinilai perlu kajian akademik, dasar hukum yang jelas, dan perhitungan anggaran yang matang.
Pemerintah menyalurkan bantuan Rp20,5 triliun kepada 497 pemda untuk menutup kekurangan anggaran gaji ASN dan PPPK, bukan melunasi DBH.
Selama pameran berlangsung, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan kesehatan, edukasi, hingga beragam aktivitas interaktif yang telah disiapkan
Pemerintahan Donald Trump menyiapkan program deposit visa hingga Rp4,46 miliar bagi calon imigran tertentu sebagai bagian dari uji coba kebijakan imigrasi.
Newcastle United resmi menunjuk Matthias Jaissle sebagai pelatih kepala baru menggantikan Eddie Howe menjelang bergulirnya Liga Inggris 2026/2027.
Melalui Program Sedekah Pohon Produktif, DMC Dompet Dhuafa menyalurkan ratusan bibit tanaman buah kepada masyarakat di Kapanewon Pundong, Imogiri, dan Jetis