Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Jumpa pers persiapan event budaya Javanese Diaspora Event (JDE) V, Rabu (7/6/2023) di Ruang Yudhistira, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY./Harian Jogja-Hadid Husaini
Harianjogja.com, JOGJA—Orang-orang Jawa yang hidup di berbagai negara bakal menggelar acara bertajuk Napak Tilas Leluhur Jawa melalui Event Javanese Diaspora Event (JDE) V - Ngumpulke Balung Pisah.
Dalam acara yang didukung penuh oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY itu, mereka berencana mengunjungi berbagai kota yang ada di Jawa untuk mengembalikan memori sekaligus sebagai upaya napak tilas jejak leluhur mereka di tanah Jawa.
Rencananya, dalam acara yang digelar pada 12-18 Juni 2023 itu, total ada 200 warga diaspora Jawa dari berbagai negara seperti Suriname, Belanda, Malaysia, New Caledonia dan beberapa negara lainya akan ikut serta.
Rangkaian perjalanan dimulai dari Magelang dengan mengunjungi Candi Borobudur. Jogja menjadi kota kedua yang direncanakan akan bertemu dan berkenalan dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan beserta istrinya, GKR Hemas. Dilanjutkan dengan penghargaan kepada sejumlah tokoh Diaspora yang memiliki peran penting melestarikan Jawa.
“Dilanjutkan dengan shopping dan jalan-jalan serta makan siang bersama Ngarsa Dalem ,” ujar Ketua JDE V, Indrata Kusuma, Rabu (7/6/2023).
BACA JUGA: PM Belanda Minta Maaf, Sebut VOC Sudah Memperbudak 1 Juta Orang Asia
Perjalanan para warga keturunan Jawa tersebut dilanjutkan ke Kota Solo mengunjungi sejumlah tempat seperti pura Mangkunegaran dan Keraton Solo.
Beberapa kota di Jawa Timur Juga menjadi daerah selanjutnya yang akan didatangi seperti Ponorogo, Mojokerto, Surabaya, dan Kediri. Acara tersebut akan diakhir dengan demo memasak masakan khas dari negara masing-masing peserta. "Saya berharap saudara-saudara kami dari berbagai negara bisa disambut dengan hangat," ujar Indra.
Salah satu peserta Road Trip Asal Suriname, Franky Sakimon Romo Winangun mengaku mantap dan merasa senang bisa bertemu dengan saudaranya sedarah Jawa. Banyaknya generasi muda yang sudah banyak kehilangan nilai-nilai Jawa membuatnya sedikit jengkel.
Dirinya mengaku senang bisa bertemu dengan berbagai orang yang sedarah jawa.“Saya mantap di hati ketemu orang Jawa dan ada bangsa lain, tidak hanya Suriname campur-campur,” kata Franky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.