Festival Dalang Sleman 2026, Regenerasi Dalang Muda Dimulai
Festival Dalang Sleman 2026 jadi ajang regenerasi dalang muda dengan 34 peserta dari seluruh kapanewon di Sleman.
Rancangan zonasi daya tarik Bukit Dermo./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan kawasan agrowisata Bukit Dermo, Selopamioro terus digodok. Rancangan detail engineering design (DED) yang telah selesai menunjukan Bukit Dermo bakal memiliki fasilitas fisik penunjang agrowisata.
Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul Annihayah menerangkan pembangunan agrowisata Bukit Dermo akan diajukan di tahun anggaran 2022. Pembangunan bakal menggunakan dana alokasi khusus (DAK). "Tahap pertama kami mengajukan Rp24 miliar dari total RAB DED Rp44 miliar," katanya, Jumat (13/8/2021).
BACA JUGA: Kemadang Gunungkidul Diproyeksikan Jadi Desa Tangguh Tsunami Tingkat Dunia
"Bentuknya semacam ikon baru pariwisata. Selama ini Bantul identik dengan pantai dan kami jadikan Bukit Dermo ini ikon baru yang mengutamakan view pemandangan alam pertanian," terangnya.
Dalam rencana pembangunannya, Bukit Dermo akan punya sejumlah fasilitas fisik pendukung pariwisata. Mulai dari sky bridge, viewing deck, amphitheater, outdoor gym, foodcourt hingga los produk lokal Bantul. Sejumlah fasilitas yang ada bakal mendukung berbagi kegiatan kebudayaan, olahraga, jip touring hingga pelestarian kawasan.
Bangunan rain catchment berupa tiang lampu dengan corong besar penampungan air menjadi salah satu ikon dari kawasan Bukit Dermo baru. Bentuknya yang melingkar dan berjumlah lima pas dengan singkatan Dermo atau Bunder Limo.
"Water torrent atau penampung air yang berbentuk lampu kalau malam hari kelap-kelip bagus sekali. Itu untuk tiga fungsi, gardu pandang, menyimpang air, juga estetikanya itu untuk selfie," ungkapnya.
BACA JUGA: Afghanistan Kini Sudah Dikuasai Taliban & di Ambang Perang Saudara
Pada tahap pertama pembangunan fisik, Annihayah memaparkan akan dilakukan pemadatan tanah hingga pembuatan pintu masuk. Selain itu pemasamgan sejumlah signage wisata, tempat parkir dan bangunan utama pun bakal dilakukan pada tahap pertama.
Dari total 30 hektare kawasan agrowisata, 2,7 hektare merupakan luas bangunan dan sisanya pendukung kawasan perkebunan buah-buahan. "Target selesai 2023. Insyallah mulai 2022, ini kalau goal pendanaannya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Dalang Sleman 2026 jadi ajang regenerasi dalang muda dengan 34 peserta dari seluruh kapanewon di Sleman.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.