Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati./Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi seluruh instansi, tak terkecuali DPRD Kabupaten Kulonprogo. Sebagai lembaga legislatif yang mewakili seluruh rakyat di Kulonprogo, Dewan siap memberikan kontribusi nyata dalam upaya menyejahterakan rakyat di Bumi Binangun.
Pandemi Covid-19 yang masih melanda tak menjadi penghalang untuk tetap merayakan dan memperingati HUT Kemerdekaan RI. Bahkan, peringatan ini justru menjadi momentum bagi seluruh rakyat di Kulonprogo, termasuk jajaran eksekutif maupun legislatif untuk meningkatkan semangat gotong-royong menghadapi tantangan yang ada. Sesuai tema HUT Kemerdekaan tahun ini yakni Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, DPRD Kulonprogo mengajak seluruh masyarakat untuk tangguh menghadapi pandemi Covid-19, sekaligus mampu bangkit dan terus tumbuh lebih maju.
Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan HUT ke-76 Kemerdekaan RI harus dimaknai dengan sebuah sikap yang mencerminkan perjuangan para pahlawan atau pejuang terdahulu. Akhid mencontohkan bagaimana peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dan juga DPRD Kulonprogo untuk terus berusaha melahirkan sebuah kebijakan yang mampu dinikmati oleh rakyat.
"Momentum HUT Kemerdekaan Republuik Indonesia tahun ini menjadi momentum bagi kami [DPRD Kabupaten Kulonprogo] dan juga instansi pemerintah yang ada di Pemkab Kulonprogo untuk instrospeksi diri. Apa yang sudah kami berikan untuk kemajuan negeri ini," kata Akhid saat ditemui Harian Jogja, Kamis (12/8/2021).
Bagi Akhid dan jajaran DPRD Kulonprogo, pemaknaan HUT Kemerdekaan RI bisa dijabarkan seperti bagaimana eksekutif dalam hal ini Pemkab Kulonprogo menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan lanjutannya yang dicetuskan oleh Pemerintah Pusat.
Penjabaran PPKM yang dilakukan oleh Pemkab Kulonprogo, menurut Akhid, jangan hanya berpaku di sektor kesehatan. Menurut Akhid, Pemkab juga wajib memperhatikan sektor lain yang tidak kalah penting seperti ekonomi. Sektor ini harus menjadi poin penting dalam setiap penyusunan Peraturan Bupati (Perbup), Instruksi Bupati (Inbup), maupun Peraturan Daerah (Perda) yang dikeluarkan oleh Pemkab.
"Pemerintah juga harus menghargai kemerdekaan rakyat kecil. Sebagai contoh pedagang kaki lima [PKL] yang ada di seputaran Alun-Alun Wates yang kini tak bisa berjualan karena adanya PPKM Darurat. Mereka harus lindungi kemerdekaannya, dalam artian kemerdekaan mencari nafkah. Kami sebetulnya menyayangkan langkah Pemkab Kulonprogo yang menutup Alun-Alun Wates dari segala aktivitas sehingga pedagang kecil tidak bisa berjualan," ujar Akhid.
Oleh karena itu, Akhid terus mendorong agar setiap kebijakan yang dikeluarkan eksekutif maupun legislatif harus benar-benar mencerminkan perjuangan pahlawan terdahulu yang bekerja keras mati-matian memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan bangsa asing.
Peran serta masyarakat, diakui oleh Akhid, juga sangat penting untuk mendorong kemajuan Tanah Air. “Tidak boleh ada sekat atau batasan antara warga satu dengan yang lainnya,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Introspeksi Diri
Menurut Akhid, untuk memajukan Indonesia bisa dilakukan oleh siapa saja tidak ada pengecualian. "Saya mengajak pada perayaan HUT Kemerdekaan ini, tidak hanya soal merdekanya saja, yakni terbebas dari penjajah. Kita harus introspeksi diri, sampai detik ini sejauh mana dan apa yang sudah kita persembahkan untuk negeri ini sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing," kata Akhid.
Sebagai sosok perempuan, Akhid selalu mengajak perempuan lain di Kulonprogo untuk mewujudkan kesetaraan dengan kaum pria. “Jangan pernah berpikiran kalau kita hanya ibu rumah tangga. Justru peran ibu rumah tangga untuk memajukan negeri ini sangat penting. Yang tak kalah penting, bagaimana seorang perempuan menjabarkan arti HUT Kemerdekaan RI kepada anak-anaknya, keluarganya, hingga lingkungannya," kata Akhid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.