Mbah Rabikem 40 Tahun Merawat Jenang Upih Khas Sleman
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Foto ilustrasi: Wisatawan ikut memerah susu kambing etawa di Desa Ngargoretno./Instagram @deswita_ngargoretno.
Harianjogja.com, BANTUL - Berwirausaha tidak hanya menjadi opsi penambah pundi-pundi penghasilan namun juga menyalurkan hobi. Di Sanden, Kelompok Peternak Kambing Mendo Mukti berwirausaha dari hasil olahan susu kambing peranakan ettawa (PE).
Budidaya kambing PE ternyata bisa mengasilkan produk olahan, salah satunya susu kambing. Ketua Kelompok Peternak Kambing Mendo Mukti, Yuni Kurniawan Padukuhan Sangkeh, Kalurahan Srigading, Kecamatan Sanden menjelaskan jika pengolahan susu kambing PE Go Milk mulai dirintis sekitar satu tahun yang lalu.
"Untuk pengembangan susu kambing PE sudah berlangsung hampir satu tahun terakhir, yang berawasal dari ide istri saya," tutur pria yang sehari-hari bertigas di Polsek Sanden pada Jumat (20/8/2021).
Dalam perkembangannya Yuni berhasil mengolah susu kambing PE dengan kombinasi berbagai rasa. Adapun rasa susu kambing PE olahan Yuni mulai dari rasa melon, coklat, stroberi, durian, mangga, hingga pisang. Dalam prosesnya warna susu pun akan ikut berubah aesuai dengan warna doninan campuran rasa yang ditambahkan.
Dari 25 kambing indukan PE yang dipelihara, tiap harinya mampu menghasilkan satu setengah liter susu segar. "Setiap satu liter [susu kambing PE] bisa menjadi sekitar empat botol kemasan dengan ukuran 250 mililiter," terangnya.
Tiap botolnya, susu kembing PE olahan Yuni hanya dibanderol dengan harga Rp10.000 per botol kemasan 250 mililiter. Berbekal promosi lewat media sosial, tak disangka peminat susu kambing PE Go Milk ternyata begitu banyak.
Banyaknya peminat susu kambing PE tak lepas dari beragam manfaat yang dikandungnya. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pangan Keluatan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo mengatakan bila kandungan nutrisi dalam susu kambing PE dalat membantu dalam penurunan stunting.
"Keberadaan susu ini diharapkan juga mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Bantul. Karena angka stunting di Bantul juga masih tinggi," tuturnya.
Diharapkan Joko, inovasi yang dilakukan Kelompok Peternak Kambing Mendo Mukti bisa dicontoh kelompok ternak kambing lainnya di Kabupaten Bantul. "Ini kan ada tambahan penghasilan lainnya. Tidak hanya mengandalkan dari anakan kambing saja, bisa juga ikut lomba kontes kambing PE karena jika menang hasilnya juga lumayan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
FA Inggris dikabarkan mengikuti Wales mencabut dukungan untuk Gianni Infantino setelah gagalnya proyek komersial FIFA senilai US$4,2 miliar.
Main HP di ruangan gelap bisa memicu mata lelah, mata kering, hingga gangguan tidur. Simak 11 dampak yang perlu diwaspadai.
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Waktu persiapan calon Paskibraka DIY untuk tampil dalam upacara kemerdekaan tinggal sekitar dua pekan.
Lionel Messi memimpin daftar pencetak gol terbanyak lima liga top Eropa dengan 496 gol, unggul tipis atas Cristiano Ronaldo.