BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ilustrasi/Antara-Harviyan Perdana Putra
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY terus berupaya mencari cara menambah pasokan oksigen seiring disetopnya bantuan oksigen dari Pemerintah Pusat sejak 7 Agustus lalu. Saat ini Pemda DIY membangun kerja sama dengan perusahaan pemasok oksigen Air Liquid Indonesia di Cilegon yang akan memasok oksigen cair sebanyak 20 ton dalam sehari.
Ketua Satgas Oksigen Pemda DIY Tri Saktiyana mengataan meski sudah ada pengurangan kasus positif Covid-19, kebutuhan oksigen di DIY tetap stabil, yakni mencapai 40 ton dalam sehari. DIY bahkan sempat kekurangan sejak beberapa hari terakhir.
BACA JUGA: Wayangan di Balai Kalurahan Ngleri Gunungkidul Dibubarkan
“Kemarin kami kekurangan oksigen cair likuidm sudah diatasi beli di Cilegon dari Air Liquid Indonesia,” kata Tri Saktiana di Kompleks Kepatihan, Senin (23/8/2021).
Tri Saktiana mengatakan kerja sama dengan Air Liquid Indonesia sudah dimulai melalui Rumah Sakit Grhasia Pakem sebagai penanggung jawab. Rencananya perusahaan yang berlokasi di Cilegon, Banten, tersebut mampu memasok 20 ton oksigen cair ke DIY dan sudah dimulai sejak saat ini.
Pasokan oksigen tersebut akan didistribusikan ke 27 rumah sakit rujukan khusus Covid-19 untuk kebutuhan medis bagi pasien Covid-19 maupun non Covid-19. “Insyaallah cukup kalau tidak ada gejolak. Kalau ada peningkatan [kebutuhan oksigen] kita back up dari generator yang sudah beroperasi,” ucap Ti Saktiana.
Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan ini mengatakan kebutuhan oksigen medis harian di DIY rata-rata mencapai 40 ton. Selama ini kebutuhan tersebut dipenuhi oleh PT.Surya dan PT Samator yang berada di Jawa Tengah. Namun untuk mengantisipasi kekurangan, DIY kembali membangun kerjasama dengan PT Air Liquid Indonesia di Cilegon.
Tri Saktiana juga memastikan satu dari tiga generator oksigen yang dibangun Pemda DIY di Kompleks Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) di Jalan Kusumanegara DIY sudah beroperasi. Satu generator tersebut mampu memproduksi 100 tabung oksigen dalam ukuran besar.
Pasokan oksigen tabung dari generator tersebut bebas digunakan untuk umum dan gratis, namun pengajuannya harus atas rekomendasi dari fasilitas kesehatan terdekat atau Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan.
Tri Saktiana memprediksi dua generator lain akan mulai beroperasi pada awal bulan depan, “Rencana generator dua dan tiga kita siapkan tempat semoga sekitar minggu pertama September mulai beroperasi,” ujar Tri Saktiana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.