Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Ilustrasi koperasi.
Harianjogja.com, WONOSARI – Sedikitnya 16 koperasi di Gunungkidul mendapatkan hibah dari Pemerintah DIY senilai Rp2 miliar. Bantuan diberikan sebagai modal usaha akibat dampak dari pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gunungkidul, Widagdo mengatakan, ada program dari Pemerintah DIY terkait dengan hibah untuk koperasi yang terdampak Covid-19. Program ini pun disambut dengan mengusulkan sebanyak 135 koperasi untuk mendapatkan bantuan.
BACA JUGA : Pemda DIY Beri Bantuan Rp16,45 Miliar untuk Koperasi
“Selain koperasi pegawai negeri, semua kami ajukan. Total ada 135 koperasi yang diusulkan mendapatkan bantuan,” katanya, Senin (23/8/2021).
Meski demikian, Widagdo tidak membeberkan lebih jauh berkaitan dengan program ini karena diserahkan sepenuhnya ke bidang yang menangani. “Ke bidang koperasi saja agar tahu detailnya seperti apa,” katanya.
Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Gunungkidul, Nur Agus Basuki mengatakan, untuk hibah terkait dengan dampak dari pandemic ada 16 koperasi yang sudah mendapatkan bantuan. Adapun hibah ini langsung masuk ke rekening masing-masing koperasi. Total hibah yang diberikan mencapai Rp2 miliar.
“Besarannya bervariasi mulai dari Rp25 juta hingga Rp250 juta. Nominal yang diberikan sangat bergantung dengan keanggotaan di masing-masing koperasi,” katanya.
BACA JUGA : Pemda DIY Bantu UMKM Terdampak Pandemi Melalui Koperasi
Dia menjelaskan, hibah ini bisa digunakan untuk permodalan dengan memberikan kredit bergulir kepada anggotanya. Sesuai dengan petunjuk teknis penggunaan, sambung Agus, ada ketentuan yang harus dipatuhi, yakni besaran bunga yang dipatok tidak boleh lebih dari 3% setiap tahunnya.
“Berhubung ini hibah, maka tidak ada kewajiban mengembalikan ke provinsi. Dana ini bisa digulirkan untuk membantu permodalan bagi masing-masing anggota,” katanya.
Disinggung terkait dengan koperasi lain yang belum mendapatkan bantuan hibah, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah DIY selaku pemilik program. Meski demikian, dia berharap ada program lagi sehingga koperasi yang lain juga dapat menerima bantuan.
“Mudah-mudahan ada bantuan lagi dan bisa diberikan kepada koperasi lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Maxim Indonesia menerapkan potongan komisi ojol 8% untuk layanan Maxim Bike mulai 1 Juli 2026 sesuai Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
SPMB SD Kulonprogo resmi dibuka. SDN Brosot menerima 41 pendaftar di hari pertama, sementara SDN 1 Lendah baru mendapat tiga calon siswa.
Bank Indonesia mencatat modal asing senilai 9 miliar dolar AS masuk ke SBN dan SRBI hingga 26 Juni 2026, didorong kenaikan BI-Rate dan stabilitas pasar.
El Nino 2026 diprediksi terjadi Juli-Oktober. Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah memperkuat mitigasi kekeringan dan karhutla.
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.