Sinopsis Film Gak Ada Matinya, Ketika Kematian Ayah Justru Dianggap Jalan Keluar
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Ilustrasi puskesmas./Istimewa-Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul membangun gedung Puskesmas Banguntapan III. Pembangunan puskesmas dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp4,4 miliar ini diharapkan mampu menambah kenyamanan para pengunjung dan maksimal dalam pelayanan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul Sapta Adisuka Mulyatno mengatakan, Puskesmas Banguntapan III sejatinya sudah ada. Hanya saja, letaknya dan bangunannya tidak representatif. Oleh karena itu, dilakukan pembangunan gedung baru Puskesmas Banguntapan III di lokasi seluas 3.000 meter persegi yang tidak jauh dari lokasi sebelumnya.
"Saat ini pembangunannya sudah mulai. Nantinya pelayanan akan dipindah ke gedung baru. Sehingga pelayanan ke masyarakat akan lebih maksimal dan representatif," katanya, Senin (30/8/2021).
Menurut Sapta, keberadaan Puskesmas Banguntapan III yang ada di Kalurahan Banguntapan sangat dibutuhkan. Mengingat jumlah penduduk di Kapanewon Banguntapan juga cukup banyak. Selain Puskesmas Banguntapan II dan Banguntapan I, Puskesmas Banguntapan III akan menjadi pelengkap dan pilihan warga yang hendak memeriksakan kesehatan mereka.
"Untuk rawat inap, kan ada Puskesmas Bangutapan II. Pembangunan Puskesmas Bangutapan III ini nantinya apakah akan dibarengi penambahan personel, nanti akan kami lihat lebih lanjut," jelas Sapta.
Baca juga: Membumikan Gerakan Warga yang Besar di Dunia Maya
Sapta mengungkapkan saat ini selain Puskesmas Banguntapan III, sejatinya ada beberapa puskesmas di Bantul yang butuh renovasi dan perluasan. Hanya saja, masih terkendala lahan.
"Salah satunya adalah Puskesmas Pundong. Tapi di sana, terkendala keterbatasan lahan. Padahal di sana satu-satunya dan melayani rawat inap.
Sementara Sekda Bantul Helmi Jamharis berharap dengan dibangunnya Puskesmas Banguntapan III, ke depan masalah akses bagi warga yang akan mendapatkan pelayanan akan teratasi. "Karena selama ini kan memang cukup sulit. Nantinya dengan gedung baru, kami berharap pelayanan juga lebih maksimal," harap Helmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.