Pelanggan Starlink Kaget, Tagihan Tambahan Tembus Rp27 Juta
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Objek wisata Watu Lumbung Culture Resort./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Objek wisata Watu Lumbung Culture Resort, Parangtritis, Bantul, masuk dalam 20 lokasi uji coba pembukaan tempat wisata oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Rabu (8/9/2021).
Selain menyiapkan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan yang ketat, pengelola juga akan memasang barcode aplikasi PeduliLindungi.
BACA JUGA: Pakar Genetik UGM Sebut Varian Mu Tak Seganas Delta
"Besok kami sudah buka dan kami sudah siap menerima open visitor untuk stay dan pelayanan kuliner. Saat ini barcode baru dikirim oleh tim dari Kementerian Kesehatan," kata kata pemilik sekaligus pengelola Watu Lumbung Culture Resort, Boy Rifai, Rabu.
Sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan sudah siap. Watu Lumbung akan membatasi jumlah pengunjung, maksimal 80 setiap harinya.
"Area kami sangat luas tetapi kami memang sengaja membatasi hanya 80 pengunjung atau lima rombongan setiap harinya. Itu sudah jumlah maksimal dari kami," lanjutnya.
Keputusan Kemenparekraf memilih Watu Lumbung Culture Resort bersama dengan dua objek wisata lain di DIY yakni Taman Pintar dan Istana Ratu Boko masuk dalam 20 lokasi uji coba pembukaan tempat wisata adalah keputusan yang tepat.
Objek wisata yang ditawarkan di Watu Lumbung adalah wisata edukasi. Selain ada Istana Trigona, terdapat sejumlah objek yang bisa digunakan oleh pengunjung tidak hanya untuk wisata tapi juga tempat belajar menghargai alam. Lokasi tersebut banyak ditumbuhi pohon jati.
"Di sini juga bisa digunakan untuk lokasi shooting video, asal tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ucap Boy.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Annihayah mengaku kaget dengan terpilihnya Watu Lumbung sebagai satu dari 20 lokasi uji coba pembukaan tempat wisata. Sebab, ada beberapa lokasi yang semestinya lebih layak, karena telah memiliki sertifikat jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE).
"Seperti Mangunan dan Pantai Gua Cemara itu kan harusnya layak, karena sudah mengantongi CHSE. Tapi, karena ini adalah keputusan dari Pusat, kami tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.
BACA JUGA: Bromo dan Semeru Kembali Dibuka untuk Wisatawan, Ini Aturannya
Annihayah terus berupaya mendaftarkan objek wisata baik pantai maupun wisata alam lainnya ke Pemerintah Pusat untuk mendapatkan barcode aplikasi PeduliLindungi.
"Sampai saat ini belum diterima. Padahal barcode aplikasi ini penting sebagai dasar dan upaya kami untuk bisa melayani di objek wisata," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 7 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Polres Pamekasan memeriksa tiga orang terkait dugaan suap program MBG. Polisi juga akan memanggil seluruh kepala dapur MBG.
Simak tips memilih seragam sekolah yang nyaman, awet, dan sesuai aturan sekolah agar tidak salah beli saat tahun ajaran baru.
Pencarian dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Wonosobo, memasuki hari keenam. Tim gabungan masih menyisir sejumlah jalur.
Hari Pustakawan Nasional diperingati setiap 7 Juli. Simak sejarah, makna, dan peran pustakawan dalam memperkuat literasi di era digital.