NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Ilustrasi/Antara-Novrian Arbi
Harianjogja.com, JOGJA—Selama pandemi Covid-19, telah muncul berbagai varian virus Corona, salah satunya varian Mu atau B1621. Berdasarkan hasil laboratorium, varian terbaru ini tidak seganas varian sebelumnya, yakni varian Delta.
Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Gunadi, menuturkan varian Mu sebagai penyebab Covid-19 tidak lebih ganas dari varian Delta karena Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan varian Mu sebagai kategori Variant of Interest (VoI) atau yang perlu mendapat perhatian.
BACA JUGA: Tak Penuhi Syarat, Banyak Pengunjung Mal di Jogja Ditolak Masuk
Adapun varian Delta masuk kategori Variant of Concern (VoC) atau yang perlu diwaspadai. Meski varian Mu belum terdeteksi di Indonesia, menurutnya perlu diantisipasi pasalnya varian Mu diketahui menyebabkan penurunan kadar antibodi baik karena infeksi ataupun vaksinasi.
“Hasil riset awal menunjukkan varian Mu menyebabkan penurunan kadar antibodi netralisasi baik karena infeksi alamiah maupun vaksinasi, serupa dengan varian Beta. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (8/9/2021).
Sebelum varian Mu belum terdeteksi di Indonesia, pemerintah perlu memperketat pintu masuk ke Indonesia agar tidak sampai menyebar luas seperti varian Delta. Menurutnya, virus Corona terus bermutasi dengan memunculkan varian baru yang memiliki tingkat keganasan dan keparahan yang berbeda apabila terinfeksi.
Namun orang yang sudah pernah terpapar Covid-19 atau orang yang sudah mendapat vaksin dipastikan sudah memiliki kekebalan alami. “Kekebalan alami yang ditimbulkan oleh infeksi alamiah pasti ada, tapi seberapa besar bisa melindungi dari risiko terinfeksi varian lain diperlukan riset lebih lanjut,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kulonprogo Sudah Turun Level PPKM, Kapan Objek Wisata Dibuka?
Mengukur kekebalan alami yang sudah terinfeksi walau belum vaksin menurutnya sama halnya mengukur efektivitas vaksin terhadap suatu varian, dengan melakukan riset terlebih dahulu. Namun antisipasi tetap diperlukan dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan percepatan program vaksinasi.
Di samping itu, orang yang sudah divaksinasi akan mampu meminimalkan tingkat keparahan ketika terpapar Covid-19 dengan berbagai varian yang ada.
Meski vaksinasi terus dipacu, protokol kesehatan harus tetap dijaga. Masyarakat wajib memakai masker di tempat umum (bila perlu dobel masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan sebisa mungkin menghindari kerumunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.
Persib tanpa Bobotoh menghadapi Manila Digger FC di play off ACL 2 pada 31 Agustus 2026 setelah mendapat sanksi AFC.
Firefox iOS kini hadirkan pemblokir iklan bawaan tanpa ekstensi. Aktifkan di Settings > Browsing > Content. Beda dengan ETP, ini khusus filter iklan