Kulonprogo Masuki Puncak Panen Juli, Potensi Gabah Tembus 20.600 Ton
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Harian Jogja/Khairul Ma'arif - Pengantar Kerja Bidang Hubungan Industrial dan Transmigrasi Disnaker Kulonprogo, Dedy Santoso saat ditemui di kantornya, Rabu (16/7/2025)
Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulonprogo melakukan seleksi kepada para calon transmigran (Catrans) yang untuk diberangkatkan tahun ini. Seleksi berlangsung dua hari Rabu (16/7/2025) sampai Kamis (17/7/2025) yang diikuti 17 KK yang siap melakukan transmigrasi. Seleksinya meliputi administrasi dan wawancara.
Pengantar Kerja Bidang Hubungan Industrial dan Transmigrasi Disnaker Kulonprogo, Dedy Santoso mengatakan, seleksi hari pertama dilakukan terhadap sembilan KK dan hari kedua nanti delapan KK. Administrasi terkait dengan kelengkapan berkas sedangkan wawancara berkenaan dengan motivasi serta alasan melakoni transmigrasi. "Hasil akhir pengumumannya secepatnya dilakukan karena akhir Juli kami harus sudah menyetorkan nama yang terpilih menjadi Catrans," katanya saat ditemui di Kantor Disnaker Kulonprogo, Rabu (16/7/2025).
Setelah disetorkan nama-namanya, nanti warga Kulonprogo mengikuti pelatihan selama sepekan yang dilakukan Kementerian Transmigrasi (Kementrans). Pelatihan diperkirakan berlangsung 8 Agustus nanti di Sleman. Dedy menjelaskan, untuk 2025 Kulonprogo mendapatkan kuota lima KK untuk berangkat transmigrasi.
"Pemberangkatannya nanti akhir 2025 paling cepat November. Kuota yang didapatkan Kulonprogo lima KK untuk para Catrans," imbuhnya.
Menurutnya, kuota transmigrasi Kulonprogo di 2025 ini meningkat dibanding 2024 yang hanya dua KK saja. Adapun penempatan lima KK Catrans Kulonprogo 2025 di Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.
Dedy mengklaim, jumlah pendaftar sebanyak 17 KK terhitung cukup banyak. Menurutnya, itu menandakan bahwa peminat transmigrasi di Kulonprogo masih tinggi lantaran tiga kali lipat dari kuota yang disediakan. "Awalnya kami dapat kuota 2 KK di 2025 namun dapat penambahan kuota jadi lima. Kalau tau peminatnya banyak gini penambahan kuota kemarin kami minta 10 KK dari provinsi," ujarnya.
Dia mengungkapkan, kuotanya ditambah menjadi lima KK saja karena khawatir peminatnya tidak begitu banyak. Sehingga keterisian kuota dengan pendaftarnya tidak memadai. Ternyata malah tidak disangka peminatnya sampai 17 KK.
"Kami sangat selektif menyeleksi karena harus yang benar-benar punya tekad transmigrasi tidak malas-malasan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Transmigrasi Disnaker Kulonprogo, Farida Ariyani menambahkan, para catrans yang diseleksi berasal dari berbagai kapanewon. Di antaranya seperti Galur, Lendah, Temon, Girimulyo, Samigaluh, dan Kokap.
Menurutnya, mayoritas keinginan transmigrasi karena ingin memperbaiki nasib. "Catrans yang seleksi mayoritas dari kelas menengah ke bawah yang bekerja sebagai buruh tani," ucapnya. Nantinya di penempatan transmigrasi akan mendapatkan lahan tempat tinggal yang statusnya bisa hak milik dan lahan usaha yang statusnya hak guna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Pelni mencatat 660.654 penumpang memanfaatkan diskon tiket kapal 30 persen. Kuota telah terserap 96 persen hingga 21 Juli 2026.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.