Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Dua Sekolah Rakyat di DIY sudah beroperasi sejak Senin (14/7/2025). Dinas Sosial DIY menyebut beberapa kebutuhan SDM masih kurang seperti guru salah satu mata pelajaran dan wali asrama, akan dilengkapi hingga akhir Juli nanti.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menjelaskan Sekolah Rakyat dilengkapi dengan asrama, sehingga ada wali asrama yang bertugas menjalankan operasional asrama. Namun sampai saat ini, wali asrama belum memenuhi jumlah yang dibutuhkan.
“Masih berproses semuanya, sekarang masa pengenalan lingkungan sekolah sambil berproses. Tapi ada semuanya nanti, akan ada walaupun belum lengkap sesuai jumlahnya. Akan dilengkapi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (16/7/2025).
Selain wali asrama, ia juga menyebutkan masih ada kekurangan guru salah satu mata pelajaran yakni agama Hindu untuk Sekolah Rakyat Sonosewu. “Guru agama Hindu juga belum ada walau muridnya satu, ini menyusul. Kita juga sudah berkoordinasi untuk itu,” ungkapnya.
Di Sekolah Rakyat baik Sonosewu maupun Purwomartani sudah ada kepala sekolah dan gurunya, namun menurutnya memang belum dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK). “Dengan mereka sudah ditempatkan tentunya SK sudah ada cuma mungkin belum diserahkan,” paparnya.
BACA JUGA: Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini (17/7/2025), Berangkat dari Stasiun Tugu dan Lempuyangan
Ia menargetkan semua kebutuhan SDM sudah terpenuhi menjelang akhir Juli nanti, sebelum peluncuran oleh Presiden Prabowo Subiyanto. “Launching di awal Agustus tapi mungkin lebih cepat akhir Juli. Sambil melengkapi yang masih belum lengkap,” kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sekolah Rakyat di DIY sudah mulai beroperasi pada Senin (14/7/2025). Pada awal masa pembelajaran semester satu tahun ajaran 2025/2026, para siswa akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua bulan.
Dalam kurun waktu tersebut, siswa akan dikenalkan dengan kurikulum pembelajaran yang akan digunakan, aturan sekolah, guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah tersebut. “Masa orientasi kan juga ada pendidikan karakter yang berjalan. Mereka ditanamkan kedisiplinan, mengenal dan menggali potensi mereka,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.