PSS Sleman Masih Berburu Pemain Lokal, Ini Kata Pieter Huistra
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Komunitas Jip Wisata Mangunan saat parkir di kawasan wisata Pinus Pengger di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Rabu (4/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL- Satpol PP Bantul akan kembali menyisir masuk ke dalam destinasi wisata pada akhir pekan ini. Penurunan level PPKM dikhawatirkan memicu peningkatan mobilitas masyarakat.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menyatakan pihaknya bersama instansi yang lain seperti Polres Bantul dan Dishub Bantul akan berjaga di objek wisata. Hal ini untuk mencegah masuknya wisatawan selama penutupan objek wisata diberlakukan. "Saya rasa masih sama dengan pekan kemarin, karena posisi di ketentuan, di instruksi bupati, bahwa tempat-tempat umum seperti wisata masih dinyatakan tutup sementara," tegasnya pada Jumat (10/9/2021).
"Namun demikian kita akan mencoba untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat yang mungkin beranggapan dengan turun di level tiga ini sudah kelonggaran beberapa tempat boleh dibuka. Tetapi untuk tempat wisata dan tempat-tempat publik yang rawan kerumunan kan masih ditutup," tandasnya.
BACA JUGA: Sembunyi di Kamar Mandi Setelah Gelapkan Mobil, PNS Gunungkidul Terancam Penjara
Penyekatan direncanakan bakal kembali dilakukan di pintu masuk wisata. Bila wisatawan telanjur masuk mendahului penyekatan atau melewati jalan tikus, tim Satpol PP juga akan menyisir langsung di dalam area destinasi wisata.
"Nanti dari Satpol PP tetap bertugas sekiranya sudah banyak warga yang masuk untuk kita lakukan edukasi dan kita sarankan segera meninggalkan tempat wisata," tukasnya.
Menurut Yulius di beberapa daerah tengah terjadi euforia masyarakat terkait penurunan level PPKM. "Pemahamannya seperti sudah terbebas dari Covid-19. Kita justru diminta lebih mewaspadai, mengawasi tempat-tempat yang menjadi tujuan wisatawan atau pun aktivitas-aktivitas masyarakat yang rawan terhadap adanya kerumunan," tuturnya.
Intensitas patroli di akhir pekan pun menurut Yulius akan ditambah untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat di hari libur. "Jadi dari Senin sampai Jumat itu patroli satu kali sehari untuk megantisipasi kerumunan di kafe dan sebagainya," ujarnya.
"Kemudian untuk Sabtu dan Minggu tetap kita kondisikan dua kali patroli, siang dan malam. Karena kita memprediksi hari Sabtu dan Minggu itu akan banyak aktivitas masyarakat yang mungkin keluar rumah, sehingga tim Penegak Hukum tetap kita kondisikan patroli dua kali sehari," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI