Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Komunitas Jip Wisata Mangunan saat parkir di kawasan wisata Pinus Pengger di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Rabu (4/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL- Satpol PP Bantul akan kembali menyisir masuk ke dalam destinasi wisata pada akhir pekan ini. Penurunan level PPKM dikhawatirkan memicu peningkatan mobilitas masyarakat.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menyatakan pihaknya bersama instansi yang lain seperti Polres Bantul dan Dishub Bantul akan berjaga di objek wisata. Hal ini untuk mencegah masuknya wisatawan selama penutupan objek wisata diberlakukan. "Saya rasa masih sama dengan pekan kemarin, karena posisi di ketentuan, di instruksi bupati, bahwa tempat-tempat umum seperti wisata masih dinyatakan tutup sementara," tegasnya pada Jumat (10/9/2021).
"Namun demikian kita akan mencoba untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat yang mungkin beranggapan dengan turun di level tiga ini sudah kelonggaran beberapa tempat boleh dibuka. Tetapi untuk tempat wisata dan tempat-tempat publik yang rawan kerumunan kan masih ditutup," tandasnya.
BACA JUGA: Sembunyi di Kamar Mandi Setelah Gelapkan Mobil, PNS Gunungkidul Terancam Penjara
Penyekatan direncanakan bakal kembali dilakukan di pintu masuk wisata. Bila wisatawan telanjur masuk mendahului penyekatan atau melewati jalan tikus, tim Satpol PP juga akan menyisir langsung di dalam area destinasi wisata.
"Nanti dari Satpol PP tetap bertugas sekiranya sudah banyak warga yang masuk untuk kita lakukan edukasi dan kita sarankan segera meninggalkan tempat wisata," tukasnya.
Menurut Yulius di beberapa daerah tengah terjadi euforia masyarakat terkait penurunan level PPKM. "Pemahamannya seperti sudah terbebas dari Covid-19. Kita justru diminta lebih mewaspadai, mengawasi tempat-tempat yang menjadi tujuan wisatawan atau pun aktivitas-aktivitas masyarakat yang rawan terhadap adanya kerumunan," tuturnya.
Intensitas patroli di akhir pekan pun menurut Yulius akan ditambah untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat di hari libur. "Jadi dari Senin sampai Jumat itu patroli satu kali sehari untuk megantisipasi kerumunan di kafe dan sebagainya," ujarnya.
"Kemudian untuk Sabtu dan Minggu tetap kita kondisikan dua kali patroli, siang dan malam. Karena kita memprediksi hari Sabtu dan Minggu itu akan banyak aktivitas masyarakat yang mungkin keluar rumah, sehingga tim Penegak Hukum tetap kita kondisikan patroli dua kali sehari," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.