Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Suasana sosialisasi digitalisasi ranmor di Diroktorat Lalu Lintas Polda DIY, Jumat (17/9/2021)-Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA-DIY menjadi salah satu pilot project dalam penerapan digitalisasi regisrasi kendaraan bermotor (Ranmor). Dengan digitalisasi ranmor polisi tidak perlu lagi ribet menyimpan banyak berkas.
Selain itu ke depannya pelayanan kepada masyarakat juga lebih mudah, seperti mutasi kendaraan atau alih balik nama pemilik kendaraan tidak perlu lagi membawa berkas. Melainkan cukup lewat aplikasi dan tidak perlu bolak balik antarsamsat atau polres.
“Tidak hanya registrasi kendaraan baru mungkin pada saat mutasi, pemblokiran dan sebagainya harapan kami semuanya bisa dilakukan secara digital sehingga dapat mempermudah pelayanan kepada masyarakat, sehingga pelayanan tetap prima dan dapat dipertanggung jawabkan” kata Kepala Subdit BPKB Korlantas Polri, Komisaris Besar Polisi Indra Darmawan, seusai sosialisasi digitalisasi ranmor di Diroktorat Lalu Lintas Polda DIY, Jumat (17/9/2021).
Indra mengatakan dengan arsip digital kendaraan bermotor lebih mempercepat dalam memberikan pelayanan khususnya bidang regsitarsi kendaraan bermotor, serta pelayanan lainnya yang berkaitan dengan kendaraan bermotor. DIY dipilih menjadi salah satu pilot project dalam penerapan digitalisasi ranmor karena secara infrastruktur dan jaringan sudah mendukung. Selain DIY, proyek serupa juga diterapkan di Polres Cimahi dan Polresta Solo.
BACA JUGA: Mario Suryo Aji Siap Tampil Gemilang di CEV San Marino
Pihaknya menargetkan digitalisasi registrasi ranmor segera beroperasi pada pertengahan Oktober mendatang. Saat ini sampai awal Oktober masih dalam proses pelatihan, penyiapan alat, dan aplikasinya. Indra berharap pada 2022 nanti makin banyak wilayah yang menerapkan digitalisasi registrasi kendaraan bermotor.
“Ini baru sebatas sosialisasi, sebentar lagi alat dan aplikasi segera turun untuk memfasilitasi di jajaran Ditlantas Polda DIY,” kata Indra. Lebih lanjut Indra juga mengatakan dengan adanya digitalisasi registrasi ranmor akan mengurangi pembiayaan bagi petugas untuk penyediaan gudang penyimpanan berkas, “Nanti tidak ada lagi gudang penyimpanan berkas karena semuanya sudah dalam bentuk digital,” ucap Indra.
Konsultan IT, Daruhito Anggoyoyakti mengatakan untuk tahap awal inovasi tersebut baru fokus pada layanan registrasi kepemilikan kendaraan bermotor berikut surat-suratnya agar terjaga keamanannya bencana alam maupun bencana kebakaran serta kelalaian manusia yang rawan merusak arsip. Untuk keamanan arsip maka perlu didigitalisasi.
Ke depan layanan tersebut juga akan dikembangkan segingga bisa menjangkau layanan lainnya seperti mutasi dan balik nama serta pemblokiran kendaraan bermotor. “Bahkan tidak menutup kemungkinan inovasi tersebut bisa diintegrasikan dengan intansi ain sehingga mempermudah masyarakat,” ucap Daruhito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.