HIPMI Syariah dan BWI DIY Jajaki Kolaborasi Wakaf Produktif
HIPMI Syariah DIY dan BWI DIY menggelar audiensi untuk memperkuat kolaborasi dan literasi wakaf produktif dengan melibatkan peran anak muda.
Suasana pelatihan Peningkatan Ekonomi Manajemen Pemasaran Pelaku UMKM Gandeng Gendong Kelurahan Rejowinangun, di aula kelurahan setempat, beberapa waktu lalu. /dok.Lurah Rejowinangun.
Harianjogja.com, KOTAGEDE--Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Kota Jogja mendapat pelatihan peningkatan ekonomi manajemen pemasaran untuk memperluas sasaran pemasaran dari produk UMKM tersebut.
Lurah Rejowinangun Kota Jogja Dyah Murniwarini mengatakan, Gandeng Gendong adalah sebuah Program Pemkot Jogja yang bertujuan mempercepat upaya-upaya pengentasan kemiskinan di Jogja. Program tersebut dirintis dengan melakukan kerjasama antar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Jogja dengan penyedia layanan kuliner seperti kudapan dan makanan.
BACA JUGA : 1.126 UKM di Kota Jogja Terima BPUM
Di wilayah Kelurahan Rejowinangun terdapat pelaku-pelaku usaha UMKM Gandeng Gendong yang sudah bekerjasama dengan beberapa OPD Pemkot Jogja namun begitu produk yang ditawarkan perlu diperluas pemasarannya kepada institus-institusi atau konsumen-konsumen yang lebih luas lagi.
“Melihat hal tersebut Kelurahan Rejowinangun memandang pelaku UMKM Gandeng Gendong perlu dibekali wawasan dan pengetahuan tentang manajemen dan strategi pemasaran yang efektif untuk membantu peningkatan penjualan produk dan ekonomi,” kata Dyah, Rabu (22/9/2021).
Kelurahan Rejowinangun memfasilitasi kegiatan bagi warga Kelurahan Rejowinangun yang tergabung dalam kelompok UMKM Gandeng Gendong khususnya kuliner dalam suatu kegiatan Workshop Peningkatan Ekonomi Manajemen Pemasaran Pelaku UMKM Gandeng Gendong Kelurahan Rejowinangun.
BACA JUGA : Pemda DIY Bantu UMKM Terdampak Pandemi Melalui Koperasi
Workshop Peningkatan Ekonomi Manajemen Pemasaran Pelaku UMKM Gandeng Gendong Kelurahan Rejowinangun ini diselenggarakan pada 15-16 September 2021 lalu di Ruang Agro Kelurahan Rejowinangun, dengan narasumber dari pendamping UMKM Kemantren Kotagede dan dari Pusat Layanan Unit Terpadu (PLUT) Pendamping UMKM DIY.
Dyah berharap melalui workshop tersebut diharapkan para peserta dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan luas tentang manajemen, strategi usaha dan pemasaran serta dapat termotivasi untuk berkeinginan lebih maju dan berani berusaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HIPMI Syariah DIY dan BWI DIY menggelar audiensi untuk memperkuat kolaborasi dan literasi wakaf produktif dengan melibatkan peran anak muda.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.