Pria Berinisial S Rusak Palang Pintu KA dan Tantang Petugas di Sleman
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.
Suasana vaksinasi di SMPN 2 Pleret Jumat (17/9/2021). /Harian Jogja- Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, BANTUL - Capaian vaksinasi pelajar SMP/MTS di Bantul terus digenjot jelang uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hingga akhir September, lebih dari 80 persen pelajar SMP telah tervaksin.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Isdarmoko menyampaikan data sementara capaian vaksinasi pelajar SMP/MTS per 24 September lebih dari 80 persen. Total jumlah siswa SMP sasaran mencapai 32.495 siswa dan siswa MTS 9.025 siswa. "Untuk SMP sudah lebih 80 persen divaksin," ujarnya.
"Dari 32.495 siswa SMP yang sudah vaksin 27.505 orang. Sedangkan dari 9.025 siswa MTS yang sudah divaksin 7.934 orang," terangnya pada Minggu (26/9/2021).
Lebih lanjut, dari capaian di atas Isdarmoko memperinci bila capaian vaksinasi siswa SMP di Bantul telah mencapai 84,64 persen. Angka capaian vaksinasi di kalangan MTS bahkan lebih tinggi yakni mencapai 87,91 persen.
Asisten Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Pulung Haryadi menerangkan bila saat ini pemeriksaan kesiapan sekolah terus digulirkan. Ada enam poin yang harus dipenuhi sekolah, salah satunya izin orang tua dan keberadaan tim satgas Covid-19 di tiap-tiap sekolahan.
"Terus ada tempat cuci tangan, kemudian penggunaan msker, penataan kursi jaraknya 1,5 meter antar siswa. Vaksinasi pertama 80 persen guru dan siswa," tambahnya.
Alurnya, sekolah mula-mula mendaftar dulu dan melengkapi enam poin persyaratan yang disampaikan ke pengawas sekolah. Pengawas sekolah akan mengirimkan berkas tersebut ke Disdikpora yang berkoordinasi langsung dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul. "Lalu kemudian keluar izin, jadi mboten serempak, hanya satu-satu," jelas Pulung.
"Kalau yang mendaftar sudah masuk banyak sekali. Yang sudah minta izin sudah banyak. Pekan depan mudah-mudahan sudah ada yang mulai. Tapi kita cek dulu, jumlah yang sudah divaksin berapa, terus kemudian ada thermo gun tidak, ada petugas yang ngecek, dan izin orang tua khususnya yang penting," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.
SBY meminta maaf tak menghadiri HUT Ke-81 RI karena menjalani pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic, AS, dan dijadwalkan kembali September.
Enam pelabuhan di NTT terdampak gempa, termasuk Labuan Bajo. Kemenhub melakukan pemeriksaan untuk memastikan keamanan fasilitas.
Sebanyak 61 mahasiswa KKN UMY di NTT aman setelah gempa M7,7. Mereka dievakuasi ke perbukitan menyusul peringatan tsunami.
Kolaborasi akademisi lintas kampus mendorong kebencanaan inklusif, penguatan disabilitas, dan ekonomi warga di kawasan Merapi.
Bareskrim membongkar dugaan penyelundupan emas ilegal oleh dua WN India di Sunter. Polisi menemukan 2,5 kg emas dan residu 18 kg.