Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Dua begal motor, KT dan FRA, telah ditahan di Polsek Sleman, Selasa (28/9/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN--Polres Sleman menangkap dua pelaku pembegalan motor yang terjadi di Kapanewon Minggir pada Sabtu (28/9/2021) lalu. Kedua pelaku diringkus setelah dikejar hingga wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono, menjelaskan kedua pelaku adalah KT alias Bege, laki-laki 25 tahun warga Kapanewon Tempel, dan FRA alias Adet, laki-laki 24 tahun warga Kapanewon Minggir.
“Penangkapan pelaku pada Senin [27/9/2021] di Temanggung, Jawa Tengah,” ujarnya dalam konferensi pers di Polres Sleman, Selasa (28/9/201).
Pelaku ditangkap saat sedang bersembunyi di rumah temannya. Ketika petugas datang, pelaku yang sedang menyantap bakso langsung lari dan dikejar. Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti meliputi pakaian pelaku, motor Honda Scoopy milik korban dan sebilah golok sepanjang 30 cm.
Pembegalan terjadi pada Sabtu (25/9/2021) sekira pukul 05.05 WIB. Waktu itu korban sedang mengendarai motornya sendirian, hendak ke Gereja Klepu, Kapanewon Minggir. Ternyata dari belakang kedua pelaku membuntuti korban menggunakan motor Honda Vario.
Di tengah jalan, korban dihentikan kedua pelaku. Karena masih pagi dan lokasi yang berada di persawahan, tidak ada orang yang mengetahui kejadian ini. Setelah dihentikan, pelaku berpura-pura menanyakan alamat. Saat itu salah satu pelaku mencabut kunci motor. “Dan pelaku menodongkan senjata tajamnya,” ujarnya.
Karena merasa ketakutan, korban pun menyerahkan motornya. Setelah mendapatkan incarannya, kedua pelaku pergi dan kemudian melarikan diri ke Temanggung. “Saat diamankan pelaku mengaku pada hari itu baru saja minum minuman keras dan ingin mencari korban,” ungkapnya.
Kedua pelaku ternyata juga merupakan residivis. KT merupakan residivis kasus pencurian dan pencabulan, sementara FRA residivis kasus penganiayaan. Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Harta Wali Kota Solo Respati Ardi naik dari sekitar Rp2,02 miliar pada 2024 menjadi Rp8,04 miliar pada LHKPN 2025.
Pieter Huistra percaya diri lini depan PSS Sleman lebih bagus dari Madura United dengan mengandalkan Gustavo Tocantins dan Matheus Fornazari.
Infinix XPAD 30 Pro resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp3,399 juta, layar 2.5K, Helio G200 Ultimate, dan baterai 8.200 mAh.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Dewan Pendidikan Nasional mengingatkan orang tua tak perlu memaksa anak ikut bimbel karena TKA bukan penentu kelulusan.