40 Ribu Lebih Kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul Aktif Lagi
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Singkong, bahan utama patilo./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul akan membangun sentra produksi patilo di kawasan Pantai Krakal di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Rencananya pembangunan dilaksanakan tahun depan dengan pagu anggaran dari Pemerintah Pusat.
Kepala Disperindag Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan pembangunan sentra produksi patilo sudah diajukan ke Kementerian Perdagangan. Hingga saat ini ada lampu hijau untuk membantu pembiayaan dalam pembangunan. “Yang kami ajukan sekitar Rp4,6 miliar, tapi untuk kepastiannya masih menunggu informasi secara resmi,” kata Kelik, Kamis (30/9/2021).
Dia menjelaskan patilo yang berbahan dasar singkong merupakan pengangan khas Gunungkidul.
Menurut Kelik, sentra produksi patilo akan dikonsep seperti taman teknologi pertanian yang memproduksi cokelat di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran. “Makanya dibangun di kawasan wisata tepatnya di Pantai Krakal,” katanya.
Dia menambahkan pembangunan sentra produksi patilo hanya salah satu program. Disperindag Gunungkidul juga memiliki rencana nembangun pasar tematik wisata di Krakal. “Mungkin sentra produksi patilo dulu. Setelah itu, pasar tematiknya,” ungkap mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.
Pengembangan kawasan Krakal sudah dilaksanakan sejak 2016 lalu hingga sekarang. Adapun pembangunan dilakukan secara bertahap dan total anggaran yang dikeluarkan sekarang mencapai Rp11,7 miliar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahun ini, pihanya mendapatkan bantuan dana alokasi khusus (DAK) fisik dari Pemerintah Pusat sebesar Rp1,4 miliar.
Anggaran ini, sambung dia, digunakan untuk membangun kios-kios serta pemasangan lampu penerangan jalan di area parkir di Krakal. “Sudah dikerjakan,” katanya.
Menurut dia, pembangunan belum sepenuhnya selesai. Meski demikian, Hary belum bisa memastikan kelanjutan pembangunan karena di tahun ini tidak mengajukan anggaran ke Pemerintah Pusat untuk pembangunan di 2022. “Berhubung ada program pembangunan pasar temati wisata di disperinda, kami tidak mengajukan bantuan ke pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.