Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Logo UGM./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN-Menyusul mulai terkendalinya pandemi Covid-19, ribuan mahasiswa UGM akan mulai mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terkendali yang akan dilaksanakan pada akhir Oktober hingga Desember mendatang.
Ketua Satgas Covid-19 UGM, Rustamadji, mengatakan kegiatan kuliah luring secara terbatas ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menggunakan kapasitas ruang kuliah 25%-50%. “PTM Terkendali rencananya dimulai setelah Ujian Tengah Semester pada bulan Oktober ini,” ujarnya, Selasa (12/10/2021).
PTM Terkendali akan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dengan mengacu pada aturan pemerintah lewat instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Kita mengacu pada aturan Mendagri terbaru. Apalagi status PPKM di DIY sudah ke level tiga menuju proses level satu,” katanya.
BACA JUGA: Lakukan Ini untuk Menghindari Penyakit Jantung
Selain menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tim Satgas Covid-19 UGM juga akan memantau penggunaan ruang hanya 25% dari total kapasitas. “Namun, kalau dalam kondisi sangat penting bisa sampai 50 persen,” katanya.
Mendukung PTM Terkendali, UGM juga akan menyiapkan tempat makan khusus, lokasi istirahat dan menyiapkan lokasi kegiatan ekstrakurikuler dengan model pembatasan dan protokol kesehatan ketat. “Jika tidak disiapkan tempat kegiatan ekstrakurikuler dan hanya kuliah saja maka mahasiswa cenderung akan bergerombol,” ungkapnya.
Untuk sementara, mahasiswa yang diperbolehkan bisa ikut kegiatan PTM Terkendali hanya diperuntukan bagi mahasiswa yang berdomisili di DIY dan Jawa Tengah. Namun, jika ada mahasiswa yang berasal dari luar kota yang sudah lama indekos selama pandemi maka bisa diperbolehkan untuk ikut.
Mahasiswa yang hendak ikut PTM juga harus sudah memenuhi syarat vaksinasi dan izin orang tua. “Rencananya mahasiswa dari DIY dan Jawa Tengah dulu dan sudah pernah vaksin. Jika ada yang belum vaksin maka kita akan kita siapkan vaksinasinya. Mereka juga harus dapat izin orang tua,”katanya.
Selain dari sisi kesehatan mahasiswa, UGM juga memperhatikan kondisi kesehatan dari para staf pengajarnya. Bagi staf pengajar yang diketahui menderita komorbid maka tidak diwajibkan mengajar secara luring.
“Kami akan memperhatikan dosen yang memiliki komorbid untuk lebih mengajar lewat daring saja. Apalagi UGM sekarang menerapkan bauran kuliah luring dan daring secara bersamaan,” katanya.
Selama PTM Terkendali dilaksanakan, Tim Satgas Covid-19 akan melakukan skrining secara berkala untuk memeriksa tingkat kesehatan mahasiswa. “Secara acak dilakukan pemeriksaan GeNose,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.