Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Bupati Gunungkidul Sunaryanta memastikan bersikap netral dalam pelaksanaan pemilihan lurah serentak di 58 kalurahan. Ia pun mengimbau kepada seluruh calon untuk mengedepankan program-program guna mendapatkan simpati dari masyarakat.
“Saya selaku pemerintah kabupaten akan bersikap netral dan tidak mendukung kepada calon siapa pun,” kata Sunaryanta, Minggu (17/10/2021).
Menurut dia, calon lurah sudah ditetapkan dan proses pemilihan tinggal menghitung hari. Sunaryanta pun mempersilahkan kepada kepada setiap calon untuk mengenalkan visi misi yang dimiliki melalui berbagai cara-cara yang baik sehingga mudah diterima oleh masyarakat.
“Gunakan cara-cara yang terhormat dengan mengedepankan program dan jangan saling menjelekkan antar calon karena kondusifitas harus tetap dijaga bersama-sama,” katanya.
BACA JUGA: Banting Mahasiswa hingga Kejang-kejang, Brigadir NP Dijerat Pasal Berlapis
Sunaryanta mengungkapkan pelaksanaan pemilihan lurah bukan semata-mata mencari pemimpin di kalurahan. Namun demikian, sambung dia, pelaksanaan peilihan ini juga sebagai bentuk edukasi ke masyarakat tentang demokrasi.
Oleh karenanya, para calon tidak hanya mementingkan ambisi pribadi untuk menjadi lurah. Hal ini dikarenakan, pada prosesnya juga harus ikut berperan memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. “Peran dari para calon sangat penting untuk memberikan edukasi ke warga,” imbuh Sunaryanta.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Kriswanto mengatakan, pemilihan lurah akan dilaksanakan di 30 Oktober mendatang. Untuk para calon yang akan bertarung sudah ditetapkan pada Sabtu (16/10).
Meski demikian, ia belum bisa memberikan rician pasti jumlah calon lurah yang akan bertarung. Sesuai dengan aturan, calon yang ditetapkan minimal dua orang dan paling banyak di setiap kalurahan ada lima orang.
“Masih didata. Yang jelas untuk Kalurahan Grogol di Kapanewon Paliyan dan Getas di Kapanewon Playen ada pengurangan karena yang ditetapkan hanya lima calon, sedang bakal calonnya ada enam orang,” katanya.
Kriswanto menambahkan, pada saat penetapan calon juga dilakukan pengundian nomor urut. Selain itu, juga dilaksanakan penandatangan deklarasi damai yang dilakukan oleh calon di masing-masing kalurahan. “Kami berharap calon lurah komitmen dengan deklarasi damai yang ditandatangani sehingga pelaksanana pemilihan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.