Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Logo UGM./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN--UGM kembali meraih gelar Juara Umum di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34 yang berlangsung di Universitas Sumatra Utara (USU) pada 25-29 Oktober. Prestasi tersebut menjadikan UGM sebagai juara bertahan PIMNAS selama empat tahun berturut sejak tahun 2018 lalu.
Pengumuman juara disampaikan saat penutupan PIMNAS ke-34 yang digelar secara luring terbatas di USU dan secara daring melalui kanal youtube USU, Jumat (29/10/2021) malam. Piala bergilir Adhikarta Kertawidya diserahkan Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi, kepada Wakil Rektor UGM bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan, Djagal Wiseso Marseno.
Dalam PIMNAS kali ini UGM berhasil meraih sebanyak 54 medali. Sementara di posisi kedua dan ketiga secara berurutan diraih oleh IPB dan ITS. Djagal menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih kontingen PIMNAS UGM pada gelaran PIMNAS ke-34 ini.
"PIMNAS menjadi ajang paling bergengsi dalam lomba-lomba ilmiah mahasiswa di tingkat nasional. Sejak tahun 2018 UGM berhasil menjadi Juara Umum PIMNAS dan ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan serta luar biasa karena baru pertama kalinya empat kali Juara Umum,” katanya, Sabtu (30/10/2021).
BACA JUGA: Canggih! Pinjol Ilegal Ini Berkedok Jadi Koperasi
Prestasi kontingen PIMNAS UGM merupakan hasil kerja bersama yang patut diapresiasi. Hasil yang diraih merupakan kerja bersama antara mahasiswa, dosen pendamping, dosen pembina, dan dukungan dari departemen, fakultas, pengelola laboratorium, universitas dan banyak pihak lainnya yang telah mendukung kontingen UGM di PIMNAS 2021.
Diharapkan UGM tetap bisa mempertahankan gelar juara di ajang PIMNAS mendatang. Karenanya, UGM akan memperkuat komitmen untuk mendukung mahasiswa dalam mengekspresikan potensi ilmiah yang dimiliki dengan memberikan pembinaan secara kontinu, menyediakan infrastruktur pendukung kegiatan, serta dukungan penganggaran.
Dengan begitu para mahasiswa diharapkan dapat melakukan kajian ilmiah yang terarah sehingga mendukung kompetensi akademik sesuai bidang ilmu bahkan lintas keilmuan untuk menemukan solusi atas persoalan masyarakat dan bangsa. "Mempertahankan gelar juara itu lebih sulit, namun mudah-mudahan tahun depan bisa kembali Juara Umum menjadi lima kali berturut,” ujarnya.
Kasubdit Kreativitas UGM, Suherman, menjelaskan dalam gelaran PIMNAS 2021 UGM menjadi kontingen terbesar dengan 124 tim yang berhasil lolos melaju hingga final mempresentasikan gagasannya di hadapan juri secara daring.
"Salut untuk perjuangan tim PKM UGM yang sangat luar biasa sehingga bisa empat kali juara umum berturut turut. Terima kasih atas dukungan dosen pembina, dosen pendamping, PKM Center serta pimpinan fakultas dan pimpinan universitas atas dukungannya,” katanya.
PIMNAS ke-34 merupakan kompetisi bergengsi mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kemendikbud Ristek. Pada penyelenggaraan tahun ini diikuti sebanyak 3.126 mahasiswa yang tergabung dalam 735 tim dari 108 perguruan tinggi se-Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Thailand melaju ke final AVC Continental 2026 usai mengalahkan Jepang 3-1. Hasil ini sekaligus memastikan tiket World Cup 2027 bagi Negeri Gajah Putih.
Agrinas Palma Nusantara menjajaki penggunaan truk listrik untuk mengangkut tandan buah segar sawit guna mendukung modernisasi logistik dan keberlanjutan industr
Mario Aji gagal lolos ke Q2 Moto2 Aragon 2026 setelah finis ke-12 di Q1. Pembalap Indonesia itu akan memulai balapan dari posisi ke-26.
Studi terhadap 183.000 orang menemukan hubungan penggunaan media sosial lebih dari 2,5 jam per hari dengan meningkatnya gejala depresi.
Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok mempercepat penghapusan konten AI, rekaman lama, hingga QR donasi palsu terkait bencana banjir dan longsor.