BLT Rp900 Ribu Cair Juli 2026? Ini Cara Cek Penerima
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Meski pemilihan lurah (pilurah) di Sleman diklaim sukses, tingkat partisipasi pemilih di sejumlah kalurahan dinilai rendah.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman, dari sebanyak 327.985 pemilih (322.433 DPT dan 5552 DPT tambahan), hanya 250.382 warga yang menggunakan hak pilihnya. Sebanyak 75.903 pemilih tidak hadir dan 1.700 suara kosong. Partisipasi pemilih tercatat hanya 76.86%.
BACA JUGA: Suami Mantan Wakil Bupati Kalah, Ini Daftar Lengkap Hasil Pemilihan Lurah di Sleman
Tingkat partisipasi pemilih paling rendah berada di Kalurahan Maguwoharjo, Depok. Di kalurahan ini dari total 25.696 orang pemilih, yang menggunakan haknya hanya 14.016 orang dan tidak hadir 11.329 orang. Angka partisipasi pemilih di wilayah ini hanya 55.91%.
Selain Maguwoharjo, partisipasi pemilih di Condongcatur juga rendah yakni hanya 63,1%. Dari total pemilih 30.375 orang yang menggunakan haknya hanya 19.074 orang dan yang tidak hadir 11.207 orang. Untuk urutan ketiga ditempati Kalurahan Jogotirto, Berbah.
Kalurahan dengan tingkat partisipasi yang tinggi adalah Kalurahan Wukirharjo, Prambanan. Sebanyak 93,07% warga memilih calon lurahnya. Dari jumlah pemilih 2.107 orang yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 1.956 orang dan yang tidak hadir hanya 146 orang. Posisi kedua diraih Umbulharjo, Cangkringan dengan angka partisipasi 90,04%.
Sekda Sleman, Harda Kiswaya mengakui dampak putusan MK yang menetapkan pencalonan lurah maksimal tiga periode menjadi salah satu penyebab rendahnya partisipasi pemilih. Akibat putusan MK tersebut, pencalonan sebanyak tujuh kandidat lurah dibatalkan. "Nah, karena tidak bisa maju, kemungkinan pendukung lurah yang batal itu tidak ikut memilih. Kuatnya figur calon memengaruhi pencalonan lurah," katanya, Senin (1/11/2021).
Selain itu, Harda juga menduga rendahnya partisipasi pemilih disebabkan mobilitas warga. Bisa jadi pemilih masih di luar kota atau memang tidak mau memilih. "Kami sebenarnya sudah sering mengimbau agar masyarakat memilih, tetapi kami juga tidak bisa memaksa. Itulah demokrasi," katanya. Meski begitu, secara umum pelaksanaan Pilurah 2021 di 33 kalurahan di Sleman berjalan dengan baik.
BACA JUGA: Kasus Penganiayaan Gegara Pilihan Lurah di Gunungkidul Diselidiki Polisi
Plt Kepala DPMK Sleman Budiharjo mengatakan dari 33 kalurahan yang menggelar pilurah sebagian diisi oleh calon petahana. Dari jumlah tersebut hanya 14 petahana yang kembali terpilih dan 19 calon lainnya diisi oleh lurah baru.
Terkait dengan rendahnya partisipasi pemilih di tiga kalurahan, Budi mengatakan panitia sudah menjalankan semua tahapan sesuai aturan. Dari 33 kalurahan ada sejumlah TPS yang sampai diundur waktu pemilihannya untuk menunggu kedatangan pemilih. "Beberapa TPS memang ada yang diundur hingga pukul 13.00 WIB karena tidak memenuhi kuorum," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.