Cara Membuat Kategori Status WhatsApp agar Tak Dilihat Semua Kontak
Cara membuat kategori khusus status WhatsApp untuk memilih audiens seperti keluarga, sahabat, atau rekan kerja tanpa memilih kontak satu per satu.
Lapas Cebongan, Sleman./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, BANTUL- Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bantul menggelar pengecekan kondisi bronggang Rutan, Selasa (2/11).
Pengecekan ini dilakukan sebagai upaya deteksi awal terhadap gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) di Rutan.
Kepala Rutan Kelas II B Enjat Lukmanul Hakim mengatakan deteksi ini sesuai dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS), bahwa salah satu dari tiga kunci Pemasyarakatan Maju adalah deteksi dini gangguan Kamtib.
“Kami Jajaran Petugas pengamanan rutin melakukan deteksi dini, tetap waspada dalam menjalankan tugas, baik melalui peningkatan intensitas kontrol blok hunian. Dilakukan pengecekan kondisi fisik bangunan baik dinding kamar, teralis besi, branggang, dan juga mengisi buku laporan sesuai tugas dan fungsi yang dijalankan” kata Enjat, Selasa (2/11/2021).
Lebih lanjut Enjat menyampaikan langkah deteksi dini ini juga sebagai antisipasi terkait isu hal narapidana kabur dari Rutan.
“Diharapkan seterusnya Rutan Bantul Selalu dalam keadaan Aman dan Kondusif, sehingga proses pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara membuat kategori khusus status WhatsApp untuk memilih audiens seperti keluarga, sahabat, atau rekan kerja tanpa memilih kontak satu per satu.
Kemenkes membangun rumah sakit lapangan di Ruteng untuk korban gempa. Fasilitas dilengkapi ruang operasi dan ditargetkan 100 tempat tidur.
Museum di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah. Kunjungan museum dan cagar budaya mencapai 4,32 juta pada
Kenali 8 jenis rangka motor sebelum membeli. Simak karakter setiap rangka dan tips merawatnya agar motor tetap stabil dan awet.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Pemda DIY menyalurkan 40 kilogram obat-obatan melalui Tim FK-KMK UGM untuk korban bencana di Kabupaten Ngada, NTT.