RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL- Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Joko Budi Purnomo mengatakan pasien Covid-19 meningkat karena klaster takziah di Kapanewon Sedayu. Klaster tersebut tidak hanya menyebar di Sedayu namun sudah menyebar ke berbagai wilayah di Bantul dan luar Bantul.
Bahkan Sleman terbanyak yang terpapar dari klaster takziah tersebut. Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Pemkab Bantul dari klaster tersebut total ada 47 warga Bantul yang terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut di antaranya 28 warga Kapanewon Sedayu, sembilan warga Kapanewon Kasihan, enam warga Kapanewon Pajangan dan masing-masing satu warga di Kapanewon Bambanglipuro dan Kapanewon Sewon.
“Kasus klaster takziah ini juga merembet ke Kabupaten Sleman dengan 53 kasus, Kabupaten Kulon Progo empat kasus dan Kabupaten Gunungkidul sebanyak satu kasus,” kata dia, Jumat (5/11/2021).
BACA JUGA: Bukannya Sedih Mobilnya Hanyut Terkena Banjir, Pria Ini Malah Santai dan Tebar Senyum
Agar tidak terus meluas pihaknya sudah mengumpulkan meminta penewu Kasihan, Pajangan, Bambanglipuro, dan Sewon untuk berkoordinasi berdama Dinas Kesehatan dalam rangka menghentikan penularan Covid-19 agar tidak terus meluas.
Pihaknya juga sudah meminta tiga sekolah di Sedayu ditutup sementara, yakni SMN 1 Sedayu, SMPN 2 Sedayu dan SD Sukoharja Kalurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu. Penutupan dilakukan sampai tracing selesai dan semua siswa di tiga sekolah tersebut dinyatakan sehat. “Kita sudah bergerak cepat untuk menghentikan penularan,” ujar Joko
Lebih lanjut pria yang juga Wakil Bupati Bantul ini mengatakan penyebaran yang cepat dari klaster sedau karena sebagian yang terpapar adalah orang tanpa gejala (OTG) dan tidak mematuhi protokol kesehatan untuk melakukan isolasi.
“Hampir semua yang terpapar Covid-19 kategorinya OTG ini yang juga menyebabkan penyebarannya sangat cepat karena orang yang positif Covid-19 dalam kondisi sehat,” ujar Joko.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang pihaknya sudah meminta Satgas tingkat kalurahan, relawan, jaga warga, kepala dusun, hingga tokoh masyarakat untuk memantau setiap kegiatan sosial kemasyarakatan agar memenuhi protokol kesehatan. Dia tidak ingin pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 ini masyarakat euforia seolah Covid-19 sudah tidak ada.
Selain itu Selain itu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Kesehatan juga diminta untuk mendatangi sekolah-sekolah untuk survei perilaku prokes masyarakat di sekolah
“Monitoring oleh Satpol PP tata kelola prokes di tiap sekolah, survei perilaku masyarakat terkait prokesnya, nanti akan ditemukan peta akan langsung buat sebuah rumusan,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ojol demo serentak di Jogja dan 16 kota, tuntut kenaikan tarif hingga UU transportasi online. DPRD DIY siap bahas regulasi.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.