Bahaya Tersembunyi Hand Sanitizer, Bisa Picu Eksim Tangan
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman terus menambah jumlah sekolah jenjang SD untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19. Penambahan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PTM di Kabupaten Sleman.
Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan berdasarkan evaluasi yang dilakukan Disdik hingga kini pelaksanaan PTM di Sleman berjalan dengan baik. Seluruh sekolah yang menggelar PTM, katanya mampu menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Karena itulah, Disdik kembali menambah jumlah sekolah SD yang melaksanakan PTM mulai pekan depan.
"Sebelum diizinkan melaksanakan PTM tentu kami lakukan verifikasi oleh pengawas di lapangan terkait kesiapan sarana dan prasarana," katanya saat dikonfirmasi Harian Jogja, Jumat (5/11/2021).
Dijelaskan Ery, hingga pekan pertama November tercatat sudah 255 SD yang diizinkan melaksanakan PTM. Pekan depan, Disdik menambah sebanyak 217 SD lainnya untuk melaksanakan PTM secara terbatas. Sama halnya dengan sebelumnya, penambahan jumlah SD yang diizinkan berperasi tersebar merata di 17 kapanewon.
BACA JUGA: Tol Jogja-YIA Kembali ke Desain Awal, Ini Permintaan Sultan
"Sampai saat ini kan sudah ada 255 SD yang melaksanakan PTM terus pekan depan kami tambah 217 SD lagi sehingga total yang melaksanakan PTM mulai pekan depan sebanyak 472 SD dari 511 sekolah," katanya.
Ery mengingatkan kembali agar orangtua ikut menjaga dan mengawasi anak-anak agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Tujuannya untuk mencegah anak tertular Covid-19 baik di rumah maupun di lingkungannya. "Kalau di sekolah kami jamin prokes diterapkan dengan baik. Ini sudah menjadi komitmen kami dan sekolah. Tinggal bagaimana prokes di rumah juga dijalankan dengan baik," katanya.
Untuk tetap memastikan PTM terbatas tidak menimbulkan penularan Covid-19, Disdik dan Dinas Kesehatan (Dinkes) akan terus melakukan tes usap sampling ke sekolah-sekolah. "Tes swab acak terus kami gelar secara periodik. Ada rencana Kamis depan sebab Kamis kemarin kami juga gelar swab acak di 5 kapanewon. Hasilnya semua negatif," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan swab acak dilakukan bagi guru dan siswa dilakukan secara rundom. "Idealnya yang diuji swab minimal 5% dari jumlah siswa yang mengikuti kegiatan PTM," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.