Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman terus menambah jumlah sekolah jenjang SD untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19. Penambahan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PTM di Kabupaten Sleman.
Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan berdasarkan evaluasi yang dilakukan Disdik hingga kini pelaksanaan PTM di Sleman berjalan dengan baik. Seluruh sekolah yang menggelar PTM, katanya mampu menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Karena itulah, Disdik kembali menambah jumlah sekolah SD yang melaksanakan PTM mulai pekan depan.
"Sebelum diizinkan melaksanakan PTM tentu kami lakukan verifikasi oleh pengawas di lapangan terkait kesiapan sarana dan prasarana," katanya saat dikonfirmasi Harian Jogja, Jumat (5/11/2021).
Dijelaskan Ery, hingga pekan pertama November tercatat sudah 255 SD yang diizinkan melaksanakan PTM. Pekan depan, Disdik menambah sebanyak 217 SD lainnya untuk melaksanakan PTM secara terbatas. Sama halnya dengan sebelumnya, penambahan jumlah SD yang diizinkan berperasi tersebar merata di 17 kapanewon.
BACA JUGA: Tol Jogja-YIA Kembali ke Desain Awal, Ini Permintaan Sultan
"Sampai saat ini kan sudah ada 255 SD yang melaksanakan PTM terus pekan depan kami tambah 217 SD lagi sehingga total yang melaksanakan PTM mulai pekan depan sebanyak 472 SD dari 511 sekolah," katanya.
Ery mengingatkan kembali agar orangtua ikut menjaga dan mengawasi anak-anak agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Tujuannya untuk mencegah anak tertular Covid-19 baik di rumah maupun di lingkungannya. "Kalau di sekolah kami jamin prokes diterapkan dengan baik. Ini sudah menjadi komitmen kami dan sekolah. Tinggal bagaimana prokes di rumah juga dijalankan dengan baik," katanya.
Untuk tetap memastikan PTM terbatas tidak menimbulkan penularan Covid-19, Disdik dan Dinas Kesehatan (Dinkes) akan terus melakukan tes usap sampling ke sekolah-sekolah. "Tes swab acak terus kami gelar secara periodik. Ada rencana Kamis depan sebab Kamis kemarin kami juga gelar swab acak di 5 kapanewon. Hasilnya semua negatif," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan swab acak dilakukan bagi guru dan siswa dilakukan secara rundom. "Idealnya yang diuji swab minimal 5% dari jumlah siswa yang mengikuti kegiatan PTM," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.