New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan klaster penularan COVID-19 di sejumlah sekolah di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, yang telah menulari warga Kabupaten Sleman tidak semakin melebar.
"Faktanya bisa kita tangani terus diliburkan (sekolahnya). Sekarang sudah turun berarti tidak melebar. Ya, fluktuatif begitu itu naik turun, naik turun tapi, ya, tidak apa-apa bisa kami kontrol, dalam arti cepat penanganannya," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (10/11/2021).
Sultan mengakui lonjakan kasus COVID-19 di DIY beberapa waktu lalu dipicu dari kluster penularan di Kecamatan Sedayu, Bantul.
Kasus penularan COVID-19 itu bermula dari kegiatan takziah yang kemudian berkembang di sejumlah sekolah di kecamatan itu.
Menurutnya, penambahan kasus baru COVID-19 di DIY yang sempat stabil di angka 30-an kasus per hari, pada 3 November 2021 melonjak signifikan menjadi 89 kasus.
BACA JUGA: Sultan: Klaster Takziah Sedayu Membuat DIY Jadi Penyumbang Kasus Covid Tertinggi Nasional
"Ternyata ada kluster. Sudah begitu, kluster kami tutup (sekolahnya), kami tangani lalu sudah turun lagi (kasus harian di DIY)," ujar Raja Keraton Yogyakarta ini.
Ia berharap penularan kasus corona di DIY bisa tetap terkendali sehingga tidak terjadi lonjakan kasus saat momentum libur akhir tahun yang bertepatan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Menurut Sultan, menurunkan kasus corona yang terlanjur melonjak lebih susah dibandingkan menjaga kasus tetap melandai.
"Yang penting kita coba, kita jaga sekarang untuk tidak naik, tetap melandai. Otomatis kalau sekarang melandai itu nanti harapannya Natal dan Tahun Baru melandai," tutur Sultan.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan munculnya kluster penularan COVID-19 dari takziah di wilayah Sedayu, Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu yang menular sampai kepada masyarakat di Kabupaten Sleman sudah terkendali.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan ke beberapa siswa asal Sleman, berkembang menjadi 69 orang yang kemudian terkonfirmasi positif COVID-19.
Semua pasien yang terkonfirmasi positif tersebut sudah melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penularan.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.
Presiden Prabowo Subianto memberhentikan sementara Wagub Babel Hellyana terkait kasus pidana. Gubernur kini menjalankan tugas wakil gubernur.