Masyarakat Diajak Berpikir Kritis dengan Membaca Buku
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong budaya membaca melalui bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk meningkatkan literasi, berpikir kritis, dan pemahaman masyarakat
Gerbang Kasongan Bantul./Istimewa-Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul mendapat penghargaan sebagai kabupaten yang informatif dari Komisi Informasi Daerah (KID) DIY. Penganugeraan ini diterima langsung oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Alana Hotel, Rabu (10/11/2021) lalu.
Penghargaan tersebut sebagai upaya badan publik dalam mengimplementasikan Undang-undang No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, untuk menjamin warga negara menadapat hak informasi publik. Dalam acara tersebut Pemkab Bantul meraih penghargaan sebagai Kabupaten Informatif dengan meraih poin 98.14.
Penghargaan tersebut diberikan kepada badan publik yang telah memenuhi kualifilasi dengan tiga tahap pengujian yaitu pengisian self assessment questionnaire (SAQ), uji website dan uji akses. Dalam kesempatan tersebut Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa dengan diraihnya penghargaan menandakan informasi yang diperlukan oleh publik itu bisa diakses dengan mudah di Pemkab Bantul.
Baca juga: Setelah Klaster Takziah Sedayu, Muncul Klaster Tahu di Gamping Sleman
“Hal ini tentunya akan memacu seluruh ASN di Bantul untuk dapat meningkatkan keterbukaan informasi publiknya kepada masyarakat. Ini belum final masih banyak OPD - OPD yang harus menyempurnakan layanan informasi kepada masyarakat," kata Halim seusai menerima penghargaan Kabupaten Informatif, yang dikutif dari rilis Humas Pemkab Bantul, Kamis (11/10/2021).
Halim juga berharap ke depan keterbukaan informasi publik Pemkab Bantul ini semakin baik dan semakin mudah diakses oleh masyarakat. Sementara itu dalam kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD), beberapa OPD di Bantul juga masuk dalam kualifikasi informatif di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Didukcapil) dengan raihan poin 98.25; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan raihan poin 96.91.
Kemudian Dinas Perdagangan dengan raihan poin 96.50; Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) dengan raihan poin 95.85; Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan raihan poin 94.86; Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bantul dengan raihan poin 93.57; Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan raihan poin 93.45; Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dengan raihan poin 91.59. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong budaya membaca melalui bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk meningkatkan literasi, berpikir kritis, dan pemahaman masyarakat
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta koordinasi terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja.
Normalisasi Luweng Ngegong di Tanjungsari menelan Rp255 juta untuk mengurangi risiko banjir yang menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
BGN mencatat realisasi anggaran MBG Rp165 triliun, menjangkau 58 juta penerima dan menyerap 1,03 juta tenaga kerja lokal.
DPRD Kota Jogja mengalokasikan Rp1 miliar-Rp1,5 miliar untuk integrated farming di Bener yang terintegrasi dengan pengolahan sampah organik.
El Nino memperpanjang kemarau dan memicu kenaikan harga cabai merah di DIY. Simak harga terbaru dan prediksi panen November 2026.