Advertisement

Setelah Klaster Takziah Sedayu, Muncul Klaster Tahu di Gamping Sleman

Abdul Hamied Razak
Kamis, 11 November 2021 - 20:37 WIB
Budi Cahyana
Setelah Klaster Takziah Sedayu, Muncul Klaster Tahu di Gamping Sleman Ilustrasi - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Selain Klaster Takziah Sedayu Bantul yang menambah jumlah pasien positif Covid-19, muncul klaster baru di Sleman. Klaster ini berasal dari pabrik tahu yang beroperasi di Kapanewon Gamping.

Kabar mengenai munculnya Klaster Tahu ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama. Klaster tahu ini muncul di Somodaran, Banyuraden, Kapanewon Gamping. "Ada 10 orang yang positif Covid-19," katanya, Kamis (11/11/2021).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: Kasus Positif Covid-19 di Kalangan Siswa Kulonprogo Terus Bertambah Menjadi 21

Selain menulari pemilik pabrik tahu, virus Corona ini juga menulari empat karyawan, satu tetangga suspek dan tiga orang lainnya yang berada di luar daerah. Ketiga warga di luar Sleman tersebut berasal dari Kulonprogo. "Dari 10 orang yang positif yang bergejala enam orang," jelasnya.

Oleh Satgas Covid-19 Kalurahan Banyuraden, pasien Covid-19 dimotivasi agar bisa menjalani isolasi di Asrama Haji (Isoter). Lurah Banyuraden Sudarisman mengatakan klaster ini muncul sekitar dua hari lalu. Padahal lima pekan terakhir kalurahan tersebut masuk zona hijau atau tidak ada kasus penularan Covid-19.

"Itu produsen tahu rumahan. Setelah di-tracing total ada 10 orang yang positif. Tapi bukan semuanya warga sini, ada juga warga Kulonprogo," katanya.

Dia mengatakan, mereka yang terpapar Covid-19 masih dalam satu keluarga. Ada tiga rumah yang saat ini dijadikan tempat isolasi mandiri bagi mereka. Sebab, mereka enggan menjalani isolasi di tempat isolasi terpadu. “Akhirnya mereka menjalani isoman. Kami sudah minta untuk disiplin dan tidak keluar rumah selama menjalani isolasi," kata Sudarisman.

Segala kebutuhan selama pasien menjalani isoman, lanjut dia, akan dipenuhi oleh satgas dan warga. “Kami tidak tahu penularannya dari mana, padahal mereka sudah divaksinasi. Oleh karenanya, kami minta warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Perajin Batik Giriloyo Ini Ciptakan Batik Lukis Wajah

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 15:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement