TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Ilustrasi/Antara-Wahdi Septiawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pertanian dan Pangan (Distan Pangan) Gunungkidul melaporkan sejumlah lahan di sejumlah kapanewon terendam air akibat banjir karena cuaca ekstrem. Potensi kerusakan lahan yang ada belum pasti karena masih dalam pendataan.
Sekretaris Distan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan cuaca ekstrem yang melanda akhir-akhir ini berdampak terhadap lahan pertanian milik masyarakat. Ia tidak menampik ada lahan yang terendam banjir sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan.
Menurut dia, lahan yang terendam sudah menjadi langganan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Beberapa lahan terletak di sejumlah kapanewon seperti Gedangsari, Panggang, Semanu, hingga Ponjong. “Luas lahan yang terendam pun bervariasi,” kata Raharjo, Jumat (12/11).
Meski demikian, ia belum bisa memastikan area lahan yang rusak. Dia berdalih, pendataan dilakukan pada saat air yang menggenangi lahan sudah surut. “Hingga sekarang memang belum ada laporan yang masuk,” katanya. Raharjo mengungkapkan genangan air di lahan pertanian tidak akan berlangsung lama. Hal ini karena adanya gua bawah tanah yang menjadi lokasi resapan air.
Dia pun mengimbau kepada petani untuk mewaspadai cuaca ekstrem di musim hujan ini. Oleh karenanya, petani diminta memperhatikan kondisi saluran air atau drainase agar tidak ada penyumbatan sehingga aliran dapat berjalan lancar. “Kalau perlu disediakan mesin pompa penyedot. Langkah ini untuk mengurangi risiko genangan air di lahan pertanian,” katanya.
Kepala Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (Staklim BMKG) Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menyebut potensi cuaca ekstrem dalam waktu beberapa hari ke depan. Ia juga sudah mengeluarkan imbauan untuk mewaspadai termasuk di sektor pertanian. “Curah hujan diprediksi tinggi. Jadi, saluran irigasi harus berfungsi dengan lancar agar tidak mengganggu tanaman,” katanya.
Dia pun meminta kepada petani untuk terus memperbaharui data terkait dengan kondisi terkini cuaca. Sebagai langkah antisipasi, Stasiun Klimatologi Yogyakarta juga telah menggelar program sekolah lapang iklim kepada petani di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.