Relokasi SDN Nglarang: Lahan Siap, Pembangunan Gedung Tunggu Pengembang
Lahan relokasi SDN Nglarang di Sleman sudah siap. Gedung baru sekolah terdampak Tol Jogja-Solo kini menunggu pengerjaan fisik.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Perkembangan Kasus Covid-19 di Bantul kembali mulai menurun pasca lonjakan kasus dari klaster takziah. Kini jumlah penambahan kasus harian justru berbanding terbalik dengan kesembuhan kasus.
Selama empat hari terakhir, angka kesembuhan di Bantul lebih banyak ketimbang angka penambahan kasus. Angka kesembuhan pada Sabtu (13/11) penambahan kasus Covid-19 ada empat kasus, sedangkan angka kesembuhannya mencapai 54 kasus. Selanjutnnya pada Minggu (14/11) penambahan kasus Covid-19 ada lima, sedangkan ada tujuh pasien sembuh. Di hari berikutnya Senin (15/11) ada empat kasus baru dan enam kasus sembuh. Terakhir pada Selasa (16/11) hanya ada satu penambahan kasus dengan 17 kasus sembuh.
BACA JUGA : Syukurlah...Sempat Didera 2 Klaster, Covid-19 di Sleman Berhasil Ditekan
Pasca dinyatakannya selesai klaster takziah, angka penambahan Covid-19 di Bantul terpantau melandai. Ketua Harian Satgas Covid-19 Bantul, Joko Purnomo menerangkan klaster yang berawal takziah tersebut sebelumnya membuat 1360 orang kontak erat. Dari kontak erat, ratusan orang dinyatakan positif Covid-19
"Dari 1360 itu ketemu terpapar Covid-19 ada 211 kasus. Terdiri dari Kapanewon Sedayu, Kasihan, Pajangan dan Sanden dengan Sedayu yang paling banyak," terangnya pada Rabu (17/11).
Dengan pemantauan dan perawatan yang ketat, Joko menyebutkan tidak ada satu pasien pun yang meninggal dunia akibat klaster ini. "Dari yang kita tracing itu tidak ada satu pun kasus yang meninggal dunia," tambahnya.
"Hari ini sudah tidak ada kasus lagi [klaster takziah], artinya mereka sudah melakukan proses secara benar untuk mengisolasi dan didampingi, dipantau oleh Lurah, Ketua RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Puskesmas setempat," tandasnya.
Dijelaskan Joko dari 113 kasus aktif saat ini, wilayah yang paling banyak kasus ada di Sedayu, Kasihan, Sanden dan Pajangan. Tingginya kasus aktif di keempat wilayah tersebut muncul sebagai dampak klaster takziah sebelumnya. Sedangkan kasus aktif Kapanewon-kapanewon lainnya terhitung minor bahkan sebagian mulai kembali zona hijau.
BACA JUGA : Murid di Jogja Tertular Covid-19 Klaster Sedayu, Pemkot Swab Acak
"Ada lima yang zona hijau, Srandakan, Pandak, Imogiri, Pleret dan Dlingo. Yang kapanewon lainnya itu kasusnya di bawah lima semua. Hanya tadi empat kapanewon yang angka [kasus aktifnya] di atas 10," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lahan relokasi SDN Nglarang di Sleman sudah siap. Gedung baru sekolah terdampak Tol Jogja-Solo kini menunggu pengerjaan fisik.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.