Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Ilustrasi Guru
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan kesejahteraan guru honorer mulai ada perbaikan. Meski demikian, ia berharap di peringatah Hari Guru Nasional yang jatuh pada Kamis (25/11/2021) berharap perbaikan nasib guru terus dapat ditingkatkan karena belum menyentuh seluruh honorer.
“Memang ada perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, tapi belum semua mendapatkan,” kata Aris, Kamis siang.
Dia mencontohkan, upaya peningkatan tersebut terlihat dari program pemerintah tentang guru pengganti. Ada sekitar 900an honorer mendapatkan status guru pengganti sehingga memperoleh penghasilan Rp800.000 per bulan.
Meski sudah ada peningkatan dari awalnya hanya Rp150.000-500.000 per bulan, namun nominalnya masih dibawah Upah Minimum Kabupaten yang diberlakukan.
BACA JUGA: Data 25 November 2021: Covid-19 di DIY Meroket Lagi, Sehari Tambah 79 Kasus
“Yang mendapatkan gaji Rp150.000-500.000 per bulan juga masih banyak karena berdasarkan data ada seribuan lebih,” ungkapnya.
Aris menambahkan, upaya peningkatan kesejahteraan juga sudah dilakukan melalui rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang belum lama dilaksanakan. Meski demikian, ia memberikan catatan mulai dari pelaksanaan hingga validasi data pokok pendidikan sebagai indikator dasar dalam penilaian masih bermasalah.
Aris berharap pemerintah membuat kebijakan yang lebih seimbang pada guru honorer dan PNS. Pasalnya, dari sisi ketugasan guru honorer turut berperan besar dalam membantu kelancaran aktivitas pendidikan di sekolah.
“Kalaupun ada rekrutmen prosesnya jangan menyulitkan kami,” kata Aris.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo menyataka komitmennya untuk terus berjuang membantu dalam upaya penignkatan kesejahteraan guru, khususnya yang berstatus honorer. Meski demikian, perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh kabupaten karena upaya memint bantuan ke Pemerintah Pusat juga terus dilaksanakan.
“Anggaran memang jadi satu kendala, apalagi di pandemi ini banyak refocusing anggaran, jadi kami belum bisa sepenuhnya mewujudkan seluruh keinginan para guru honorer,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Ekek Keling Sunda dari Gunung Pangrango disebut nyaris punah akibat perburuan. TSI menyiapkan empat pasang untuk dilepasliarkan.
PSEL Bantul memasuki tahap persiapan. Pematangan lahan dijadwalkan September dan proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp3 triliun.
Empat korporasi di Kalimantan Barat diselidiki terkait dugaan pelanggaran karhutla. Pemerintah membuka opsi pencabutan izin jika terbukti melanggar.
Bapanas menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan pemerintah guna membantu masyarakat terdampak bencana alam sepanjang 2026.
Alfamart bersama PGMM Kabupaten Magelang menyalurkan 40 paket seragam sekolah bagi siswa prasejahtera di tujuh madrasah.Alfamart bersama PGMM Kabupaten Magelang