Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Ilustrasi Guru
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan kesejahteraan guru honorer mulai ada perbaikan. Meski demikian, ia berharap di peringatah Hari Guru Nasional yang jatuh pada Kamis (25/11/2021) berharap perbaikan nasib guru terus dapat ditingkatkan karena belum menyentuh seluruh honorer.
“Memang ada perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, tapi belum semua mendapatkan,” kata Aris, Kamis siang.
Dia mencontohkan, upaya peningkatan tersebut terlihat dari program pemerintah tentang guru pengganti. Ada sekitar 900an honorer mendapatkan status guru pengganti sehingga memperoleh penghasilan Rp800.000 per bulan.
Meski sudah ada peningkatan dari awalnya hanya Rp150.000-500.000 per bulan, namun nominalnya masih dibawah Upah Minimum Kabupaten yang diberlakukan.
BACA JUGA: Data 25 November 2021: Covid-19 di DIY Meroket Lagi, Sehari Tambah 79 Kasus
“Yang mendapatkan gaji Rp150.000-500.000 per bulan juga masih banyak karena berdasarkan data ada seribuan lebih,” ungkapnya.
Aris menambahkan, upaya peningkatan kesejahteraan juga sudah dilakukan melalui rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang belum lama dilaksanakan. Meski demikian, ia memberikan catatan mulai dari pelaksanaan hingga validasi data pokok pendidikan sebagai indikator dasar dalam penilaian masih bermasalah.
Aris berharap pemerintah membuat kebijakan yang lebih seimbang pada guru honorer dan PNS. Pasalnya, dari sisi ketugasan guru honorer turut berperan besar dalam membantu kelancaran aktivitas pendidikan di sekolah.
“Kalaupun ada rekrutmen prosesnya jangan menyulitkan kami,” kata Aris.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo menyataka komitmennya untuk terus berjuang membantu dalam upaya penignkatan kesejahteraan guru, khususnya yang berstatus honorer. Meski demikian, perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh kabupaten karena upaya memint bantuan ke Pemerintah Pusat juga terus dilaksanakan.
“Anggaran memang jadi satu kendala, apalagi di pandemi ini banyak refocusing anggaran, jadi kami belum bisa sepenuhnya mewujudkan seluruh keinginan para guru honorer,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Otoritas Eropa menyita lebih dari 200.000 kondom yang diduga tidak memenuhi standar kesehatan setelah masuk pasar dengan deklarasi sebagai mainan.
Portugal memasuki era baru setelah Roberto Martinez mundur pasca-Piala Dunia 2026. Jorge Jesus disebut menjadi kandidat terkuat penggantinya.
KNMP Poncosari Bantul belum beroperasi meski pembangunan selesai sejak Januari 2026. Serah terima aset dari pemerintah pusat masih ditunggu.
Sebanyak 3.680 mahasiswa UIN Jogja dilepas KKN 2026. BPJS Ketenagakerjaan beri jaminan kecelakaan kerja dan kematian.
KPK mendalami dugaan pengumpulan uang dari 914 petani di Kuansing untuk pengurusan pelepasan kawasan hutan seluas 1.828 hektare.