Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Salah seorang pedagang di Pasar Argosari sedang membungkusi minyak goreng curah untuk dijual ke konsumen. Kamis (25/11/2021)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Harga jual minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua bulan dan belum ada tanda-tanda penurunan.
Salah seorang pedagang kelontong di Pasar Argosari, Eni mengatakan, stok minyak di pasaran tidak banyak dan cenderung dibatasi. Akibatnya harga jual melambung tinggi dan hingga sekarang belum turun, meski kenaikan sudah terjadi sejak dua bulan lalu.
Untuk harga minyak kemasan per liternya dijual Rp18.000-19.000 per liter tergantung dengan merek. Di waktu normal harga jual minyak ini di kisaran Rp12.000 per liternya.
Kenaikan juga terjadi pada minyak curah. Di kondisi normal harga jual hanya Rp11.000 per kilogram, sedangkan pada saat sekarang menembus Rp19.000 per kilonya.
“Memang barangnya tidak banyak dan cenderung dibatasi. Misalnya, saya ingin membeli 50 karton minyak kemasan, oleh distributor hanya diberikan 25 karton,” kata Eni, Kamis (25/11/2021).
Menurut dia, kondisi ini sangat berbeda jauh dengan saat sebelum ada kenaikan. Di waktu normal tidak ada pembatasan pembelian karena setiap permintaan dipenuhi semua. “Ya sekarang tidak bisa. Bahkan ada minyak kemasan yang harga terbaru sudah keluar, tapi barangnya di tingkat distributor tidak ada,” keluhnya.
Baca juga: Satai Klatak hingga Mi Lethek Bantul Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Eni berharap harga jual bisa berangsur-angsur kembali normal sehingga tidak ada yang dirugikan dengan adanya kenaikan ini. “Mudah-mudahan stoknya bisa kembali lancar dan harga kembali normal seperti sedia kala,” katanya.
Ditambahkan, secara umum harga jual kebutuhan pokok di pasaran masih stabil. Ia tidak menampik ada kenaikan harga tepung terigu dari Rp6.000 menjadi Rp7.000 per kilogram. “Untuk gula masih normal di kisaran Rp12.000 per kilogram,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengakui harga jual minyak goreng di pasaran masih tinggi. Menurut dia, kondisi ini tidak hanya di Gunungkidul karena permasalahan juga terjadi di tingkat nasional. “Memang masih tinggi dan ini terjadi secara nasional,” katanya.
Kelik mengungkapkan, upaya pemantauan harga di lapangan terus dilakukan. Selain untuk melihat stok, juga memantau pergerakan harga dari waktu ke waktu.
“Masih relatif stabil, meski ada bahan pokok yang harganya naik, khususnya di komoditas minyak goreng, baik kemasan atau maupun curah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Jadwal Kereta Api (KA) Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (11/7/2026)
Jadwal Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) rute Jogja–Kutoarjo pada Sabtu (11/7/2026) kembali menjadi incaran penumpang.
Volkswagen rencana PHK 100.000 pekerja dan tutup 4 pabrik di Jerman. Serikat pekerja protes. Tekanan tarif AS, margin EV tipis, dan persaingan China paksa restr
Jorge Martin dan Ai Ogura resmi pindah ke Yamaha mulai MotoGP 2027. Martin: "Keputusan terbaik untuk masa depan." Ogura: "Hal baik untuk saya." Tinggalkan April
Norwegia pindah hotel jelang laga vs Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 karena kebisingan proyek. Haaland sebut ini pertandingan terbesar. FIFA fasilita