ETF Emas Resmi Meluncur di BEI, Pegadaian Jadi Underlying Provider
Exchange Traded Fund (ETF) Emas resmi diluncurkan dan mulai tercatat serta diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).
Suratman, Anggota Komisi C DPRD Bantul. (Harian Jogja-Catur D Janati)
JOGJA-DPRD Bantul mendorong agar pembangunan fisik di masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu caranya, pembangunan infrastruktur harus selaras dengan upaya untuk pemaksimalan potensi desa.
Anggota Komisi C DPRD Bantul, Suratman menilai pembangunan infrastruktur sewajarnya sejalan dengan pembangunan ekonomi. Suratman menilai dalam tahap perancangan program pembangunan fisik, pemerintah harus memperhatikan aspek potensi desa seperti potensi wisata atau pun kerajinan.
"Bagaimana pembangunan fisik harus jalan tetapi mendukung potensi desa. Membangun gapura atau tugu itu yang sesuai dengan budaya Jogja," ujarnya pada Minggu (5/12/2021).
"Misalnya bikin gapura, buat gapura itu yang cantik, yang indah. Sehingga orang ketika memandang mereka pengin foto. Karena sekarang ini masyarakat suka foto, suka selfie.”.
Suratman mencontohkan salah satu tugu di Banyusumurup yang dikenal dengan desa pengrajin keris. Pembangunan Tugu di Banyusumurup pun disesuaikan dengan potensi di desa itu yakni kerajinan keris. Akhirnya tugu keris pun dibangun menjadi daya tarik masyarakat.
"Tugu keris itu contoh bagaimana pembangunan fisik ada nilai seni budayanya. Ketika Jumat, Sabtu Minggu untuk wisata, rekreasi atau sepeda, mesti mampir dan foto di situ. Karena melihat cantiknya tugu itu. Seperti itu pembangunan, jangan sekadar menghabiskan anggaran," tuturnya.
Saat ada wisatawan foto, maka foto itu kemungkinan besar akan disebar di medsos. Dampaknya potensi daerah makin dikenal dari promosi para pengunjung itu sendiri. "Selfie itu tidak hanya disimpan, tetapi akan diunggah di medsos dan makin dikenal warga, dan menjadi daya tarik warga lain untuk datang ke desa tersebut," tambahnya.
Suratman telah menyampaikan usulan pembangunan yang selaras dengan potensi desa kepada Bappeda Bantul. "Mari kita bikin tugu atau gapura ya yang ada nilai-nilai budayanya, ada nilai seninya. Karena itu akan menjadi ketertarikan sendiri
Selain indah, anggaran untuk pembangunan tugu juga relatif kecil bila dibanding dengan dampak yang akan diterima desa. Suratman menaksir satu tugu menghasilkan anggaran sekitar Rp100 juta. "Tugu itu juga adalah satu ikon untuk menamakan daerah setempat. Misalkan Kasongan ada tugu Kasongan. Ada tugu keris, walaupun tidak ada kios-kios di situ, sudah memunculkan kekhasan daerah di situ," tegasnya.
"Sekarang membangun jangan asal membangun, tetapi ada arah tujuannya. Ketika membangun satu jalan itu untuk apa. Selain untuk orang lewat, tetapi juga untuk perkembangan ekonomi dan sebagainya. Kadang orang membangun tujuannya hanya agar bisa lebih mudah dilalui. Tetapi arah ke depannya itu harus kita pikirkan," kata dia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Exchange Traded Fund (ETF) Emas resmi diluncurkan dan mulai tercatat serta diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).
Geely Xingyuan menjadi mobil terlaris di China sepanjang Februari-Juli 2026, mengungguli Tesla Model Y dan BYD. Dominasi kendaraan listrik semakin kuat dengan p
Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Tenggara pada 2025 dengan 42,2 juta kunjungan. Indonesia berada di posisi kelima dengan 15,4
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u