Kasus Bayi Dititipkan di Pakem, DP3AP2KB Sleman Turun Dampingi Ibunya
DP3AP2KB Sleman mendampingi ibu bayi dalam kasus penitipan anak di Pakem dan menyiapkan pembinaan bagi bidan.
Warga dekat saluran irigasi (tengah) menunjukkan lokasi ambruknya dinding saluran irigasi. Tembok irigasi jebol pada Jumat (20/3/2020) malam. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL-Sejumlah titik infrastruktur yang rusak karena terdampak bencana hidrometeorologi mulai digarap. Tercatat, perbaikan empat titik longsor atau tanah ambles menghabiskan anggaran lebih dari setengah miliar.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli menjelaskan perbaikan empat titik longsor atau tanah ambles sudah mulai digarap beberapa waktu lalu. SPK pengerjaan perbaikan turun pada tanggal 24 November, yang menurut Agus mestinya akan berakhir sekitar tanggal 24 Desember. "Toral anggaran Rp500 juta sekian. Sekiannya agak lupa, tapi Rp500 juta sekian," terangnya pada Senin (6/12/2021).
Perbaikan lokasi-lokasi tanah ambles akan dikerjakan selama 30 hari kerja. Empat titik yang diperbaiki meliputi Bodon, Jomblangan, Karangtalun dan satu lagi di kawasan Jembatan Sampangan. "Kemarin kunjungan dengan Komisi A, baru empat itu," ujarnya.
Dari segi fisik, Agus menjelaskan perbaikan keempat lokasi akan menggunakan sistem bronjong. Di mana bronjong berisi batu akan disusun dan diuruk dengan tanah.
"Semua pakai bronjong keempat-empatnya. Di dasarnya itu memang pakai bronjong semua, tidak ada penguatan beton," tambahnya.
Baca juga: Percaya dengan Pria di Aplikasi Kencan Online, Perempuan Kulonprogo Tertipu Ratusan Juta
Satu titik tanah ambles lainnya di Roto Kenongo, Pendowoharjo, disebutkan Agus digarap lewat swadaya masyarakat. BPBD Bantul hanya memberikan bronjong kosongan.
"Yang dikerjakan masyarakat misalnya di Roto Kenongo. Itu bukan dengan dana BTT tapi kita memberikan bronjong kosongan, terus dikerjakan kerja bakti masyarakat. Di isi dengan batu, kemudian menimbun dengan tanah," jelasnya.
Sampai saat ini, semua titik kerusakan bencana akibat bencana hidrometeorologi telah ditangani. "Sementara sudah teratasi semua, termasuk yang baru akan kita laksanakan itu adalah membantu mengalirkan sedimentasi di barat Kapanewon Banguntapan," tambahnya.
Sedimen dalam saluran nantinya akan didorong dengan air bertekanan tinggi. Harapannya dengan sedimen-sedimen yang telah dibersihkan, aliran air dapat menjadi lancar. Sehingga bila debit air tinggi air tidak meluap atau banjir.
"Ini baru koordinasi. Sistemnya pakai alat pemadam kebakaran. Itu disemprot biar lumpur-lumpurnya bisa teralirkan, sehingga nanti bisa jadi lancar," imbuhnya.
Di sisi lain turunnya intensitas hujan, membuat penambahan titik bencana tidak bertambah. Hanya beberapa pohon tubang tercatat masih beberapa kali terjadi. "Dua pekan terakhir ini belum ada laporan lagi ibaratnya yang longsor atau yang harus diperbaiki. Kalau pohon itu hampir setiap hari, pohon tumbang itu. Tetapi sepekan terakhir belum ada laporan lagi pohon tumbang," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DP3AP2KB Sleman mendampingi ibu bayi dalam kasus penitipan anak di Pakem dan menyiapkan pembinaan bagi bidan.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.