Sejarah Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Reruntuhan 1883 hingga Kisah Tsunami
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Kegiatan Perempuan Amanat Nasional (Puan) Kota Jogja./Ist-PAN.
Harianjogja.com, JOGJA--Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Jogja mulai memanasi mesin partai guna menyongsong Pemilu meski masih tiga tahun lagi. Partai ini akan memaksimalkan peran perempuan dan optimistis mampu meraup suara untuk memenangkan Pemilu Legislatif.
Sekretaris DPD PAN Kota Jogja Rifki Listianto mengakui kaum perempuan menjadi salah satu pundi-pundi suara bagi partainya. Oleh karena itu sayap partai Perempuan Amanat Nasional (Puan) terus digerakkan melalui berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satu melalui kegiatan gowes melibatkan Puan dengan mengunjungi perkampungan di Kota Jogja.
"Kami melihat perempuan mempunyai peran yang sangat signifikan untuk pemenangan pemilu legislatif maupun pilkada di Kota Jogja," kata Rifki melalui ponselnya, Selasa (28/12/2021).
Rifki menilai potensi meraup suara melalui gerakan perempuan di Kota Jogja tergolong besar. Alasannya, secara demografi penduduk di Kota Jogja juga menunjukan perempuan lebih banyak daripada laki-laki sehingga menjadi pasar potensial utk memangkan hajatan pemilu.
BACA JUGA: Tak Punya Duit, 2 Remaja di Bantul Nekat Curi Kambing
Sehingga PAN melalui gerakan Puan menyasar kantong-kantong suara dari kalangan emak-emak sosialita hingga kegiatan arisan. Menurutnya konsistensi para pemilih perempuan menjadikan PAN selalu menggandeng komunitas dan menjadikan program sejalan dengan perempuan. Namun Rifki menilai kalangan Aisyiyah menjadi salah satu elemen yang memberikan suara signifikan di PAN.
"Pemilih perempuan yang menjadikan PAN selalu menggandeng dan selaras dengan program perempuan untuk pemenangan. Tetapi kami selalu merawat konstituen tradisional perempuan yang konsisten selalu mendukung PAN dari sejak berdirinya PAN yaitu Aisyiyah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Pemda DIY mengevaluasi Regol Ayom Malioboro dan menyiapkan desain ulang dengan mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki serta kondisi kawasan.
PSIM Jogja bersiap menghadapi Persebaya. Ondrej Rudzan ingin Laskar Mataram membenahi permainan dan membawa pulang poin dari Surabaya.
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.
Polri menangkap Erick Soedjasa, buronan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dalam jabatan PT Asli RI, di Bandara Juanda.
Perda Kawasan Tanpa Rokok Gunungkidul bakal direvisi. Aturan baru akan mengatur pemakaian rokok elektrik sesuai regulasi pemerintah pusat.