Pantai Selatan Gunungkidul Diterjang Gelombang Tinggi, 11 Perahu Rusak
Gelombang tinggi menerjang pantai selatan Gunungkidul. Sebanyak 11 kapal nelayan rusak dan gelombang diperkirakan naik lagi Kamis malam.
Ilustrasi senjata tajam./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Kepolisian bakal menelusuri insiden diduga klithih atau kekerasan jalanan tanpa motif jelas yang terjadi di kawasan XT Square, Kemantren Umbulharjo pada Senin (27/12/2021) malam.
Empat terduga remaja yang belum diketahui identitasnya sempat terlihat oleh warga membawa senjata tajam (sajam) jenis parang dengan menggunakan sepeda motor dan menakuti warga di sekitar lokasi.
"Kalau untuk laporan belum ada. Keamanan sudah kami lakukan dengan patroli di sekitar lokasi itu. Tapi memang tidak bisa langsung menemukan terduga klitih itu," kata Kapolsek Umbulharjo, Kompol Achmad Setyo Budiantoro kepada wartawan, Selasa (28/12/2021).
Kompol Achmad mengklaim, pihaknya bakal memaksimalkan pengawasan termasuk menerjunkan personel untuk mengamankan wilayah sekitar dari ancaman kenakalan remaja atau klitih. Apalagi memasuki masa libur dan akhir tahun disinyalir aksi kriminalitas bakal berpotensi meningkat. "Yang jelas patroli tetap kami lakukan, apalagi menjelang malam tahun baru," kata Setyo.
Insiden orang tak dikenal yang menakut-nakuti warga dengan sajam jenis parang itu diketahui disaksikan oleh seorang warga yang berada di lokasi kejadian. Kepada wartawan, Nova Ardiyanto, 22, mengaku melihat dua sepeda motor dengan jumlah empat orang melintas dari arah Giwangan ke Jalan Pramuka sekitar pukul 22.00 WIB.
BACA JUGA: Buru Predator Seksual di Ponpes Kulonprogo, Polisi Telusuri Bukti Percakapan WhatsApp
"Kebetulan saya sedang makan dan dua motor ini melintas di depan saya sambil berteriak. Mungkin sedang mencari musuh atau bagaimana, tapi yang membuat takut karena parangnya itu," jelasnya.
Kondisi di sekitar lokasi memang sepi pada saat itu. Ia yang melihat rombongan tersebut langsung masuk karena takut jadi bulan-bulanan. Rombongan itu disebut Nova mengendarai sepeda motor jenis matik dan mengeluarkan teriakan yang tidak jelas di jalanan. Meski tidak sempat menimbulkan korban, namun ia mengaku sangat terganggu dengan rombongan itu.
"Kalau membuat resah warga harusnya jadi perhatian serius pihak kepolisian. Jadinya mau keluar pada malam hari justru was-was," katanya.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menerangkan, pihaknya bakal mengintensifkan lagi sistem patroli skala besar untuk mengurangi aksi klitih atau kejahatan jalanan. Pihaknya akan fokus pada area yang lazimnya rawan atau kerap terjadi insiden seperti perbatasan Kota Jogja dengan area lain serta lainnya.
"Patroli skala besar kami lakukan dan prioritas kami di perbatasan Kota Jogja-Sleman dan juga Jogja-Bantul," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang tinggi menerjang pantai selatan Gunungkidul. Sebanyak 11 kapal nelayan rusak dan gelombang diperkirakan naik lagi Kamis malam.
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.