Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Ilustrasi senjata tajam./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Kepolisian bakal menelusuri insiden diduga klithih atau kekerasan jalanan tanpa motif jelas yang terjadi di kawasan XT Square, Kemantren Umbulharjo pada Senin (27/12/2021) malam.
Empat terduga remaja yang belum diketahui identitasnya sempat terlihat oleh warga membawa senjata tajam (sajam) jenis parang dengan menggunakan sepeda motor dan menakuti warga di sekitar lokasi.
"Kalau untuk laporan belum ada. Keamanan sudah kami lakukan dengan patroli di sekitar lokasi itu. Tapi memang tidak bisa langsung menemukan terduga klitih itu," kata Kapolsek Umbulharjo, Kompol Achmad Setyo Budiantoro kepada wartawan, Selasa (28/12/2021).
Kompol Achmad mengklaim, pihaknya bakal memaksimalkan pengawasan termasuk menerjunkan personel untuk mengamankan wilayah sekitar dari ancaman kenakalan remaja atau klitih. Apalagi memasuki masa libur dan akhir tahun disinyalir aksi kriminalitas bakal berpotensi meningkat. "Yang jelas patroli tetap kami lakukan, apalagi menjelang malam tahun baru," kata Setyo.
Insiden orang tak dikenal yang menakut-nakuti warga dengan sajam jenis parang itu diketahui disaksikan oleh seorang warga yang berada di lokasi kejadian. Kepada wartawan, Nova Ardiyanto, 22, mengaku melihat dua sepeda motor dengan jumlah empat orang melintas dari arah Giwangan ke Jalan Pramuka sekitar pukul 22.00 WIB.
BACA JUGA: Buru Predator Seksual di Ponpes Kulonprogo, Polisi Telusuri Bukti Percakapan WhatsApp
"Kebetulan saya sedang makan dan dua motor ini melintas di depan saya sambil berteriak. Mungkin sedang mencari musuh atau bagaimana, tapi yang membuat takut karena parangnya itu," jelasnya.
Kondisi di sekitar lokasi memang sepi pada saat itu. Ia yang melihat rombongan tersebut langsung masuk karena takut jadi bulan-bulanan. Rombongan itu disebut Nova mengendarai sepeda motor jenis matik dan mengeluarkan teriakan yang tidak jelas di jalanan. Meski tidak sempat menimbulkan korban, namun ia mengaku sangat terganggu dengan rombongan itu.
"Kalau membuat resah warga harusnya jadi perhatian serius pihak kepolisian. Jadinya mau keluar pada malam hari justru was-was," katanya.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menerangkan, pihaknya bakal mengintensifkan lagi sistem patroli skala besar untuk mengurangi aksi klitih atau kejahatan jalanan. Pihaknya akan fokus pada area yang lazimnya rawan atau kerap terjadi insiden seperti perbatasan Kota Jogja dengan area lain serta lainnya.
"Patroli skala besar kami lakukan dan prioritas kami di perbatasan Kota Jogja-Sleman dan juga Jogja-Bantul," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Cek rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran cashless. Solusi transportasi praktis di Jogja.
Film horor Monster Pabrik Rambut hadir dengan teror dunia kerja dan nuansa retro tanpa mengandalkan jumpscare.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY berkolaborasi menggenjot budaya literasi lewat Program Bedah Buku
Jadwal KA Bandara YIA 2026 lengkap dari Tugu Jogja ke YIA. Transportasi cepat, bebas macet, dan tepat waktu.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.