Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA- Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY meringkus pria berinisial FR, 43, seorang pedagang pecel lele asal Kulonprogo karena diduga terlibat dalam transaksi narkotika jenis sabu. Ia ditangkap petugas saat tengah berjualan narkoba di kawasan Jalan Pengasih-Nanggulan pada Jumat (28/1/2022) lalu.
Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Andi Fairan menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari adanya informasi awal dari masyarakat terkait dengan aktivitas dan dugaan peredaran narkotika di wilayah Nanggulan. Saat diselidiki oleh petugas, aktivitas peredaran gelap narkotika tersebut mengarah kepada sosok FR.
"Petugas mendapatkan informasi bahwa tersangka FR diduga sebagai pengendali dan mengedarkan narkotika jenis sabu. Modusnya berjualan pecel lele untuk mengelabui petugas," jelas Andi, Selasa (1/2/2022).
BACA JUGA: Prewed di Heha Ocean View Ditarif Mahal Rp1,6 Juta, Manajemen Bilang Begini..
Andi menyatakan bahwa, petugas menggerebek tersangka saat tengah berjualan pecel lele di warungnya sekitar pukul 20.30 Wib. Dari hasil pemeriksaan, diperoleh barang bukti berupa narkotika jenis sabu dan juga satu unit telepon pintar yang digunakan tersangka untuk mengedarkan dan menjual barang haram itu.
"Dalam mengedarkan sabu, FR dibantu seorang kurir yakni SR, 21 warga Nanggulan yang berprofesi sebagai karyawan swasta. Ia membantu FR untuk memecah paket sabu dan juga mengedarkan, sudah kami amankan juga" kata Andi.
Andi menambahkan bahwa, setelah melakukan penggeledahan di warung tersangka, petugas kemudian menindaklanjuti temuan itu dengan melakukan pemeriksaan di rumah tersangka. Saat menggeledah rumah tersangka, petugas menemukan 13 plastik kecil berisi sabu seberat 56,04 gram, timbangan, alat komunikasi dan juga alat pengemas.
"Dari hasil pemeriksaan, tersangka FR mengaku bahwa ia mulai mengedarkan sabu sejak di dalam Lapas 10 tahun yang lalu. Ia mulai mengedarkan sabu kembali di awal 2021 dengan mengajak RS sebagai kurir," jelasnya.
Saat diinterogasi oleh petugas, FR mengaku mendapatkan paket narkotika tersebut dari Jakarta. Paket sabu dikirim melalui jasa pengiriman logistik melalui armada kereta api. Setelah berada di tangannya, paket sabu itu kemudian dipecah menjadi beberapa bagian dengan bantuan SR.
"Sekali menerima paket bisa kisaran 50 sampai dengan 100 gram lalu dipecah dalam kemasan lima gram. Kemudian diedarkan oleh SR ke sejumlah area di Jogja meliputi Sleman, Magelang, Temanggung dan Purworejo," katanya.
Adapun, total barang bukti yang disita oleh petugas yakni sebanyak 13 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto total sekira 57,63 gram dengan rincian 11 paket diduga sabu dengan berat brutto sekira 56,04 gram yang tersimpan di dalam kotak bungkus obat batuk merek Siladex.
Kemudian satu plastik kecil diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat brutto sekira 1,02 gram, satu plastik lainnya diduga berisi narkotika jenis sabu berat brutto sekira 0,57 gram yang disita dari pelaku RS.
Keduanya kami jerat dengan Pasal 132 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika, Junct pasal 114 ayat (2) UU No.35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun. Serta denda maksimal Rp10 miliar ditambah 1/3. Lalu pasal 112 ayat (2) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 serta denda maksimal Rp8 miliar ditambah 1/3.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.