KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja melaporkan, tren penularan virus Corona di wilayah setempat telah berubah dari yang semula ditemukan pada pelaku perjalanan kini mulai bergeser ke warga masyarakat yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Satgas menyebut, upaya meminimalisir penyebaran kini diupayakan lewat pelacakan dan percepatan vaksinasi penguat (booster).
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, hasil analisis awal dari lonjakan kasus belakangan ini disimpulkan bahwa pesebaran Covid-19 telah sampai ke warga masyarakat. Namun begitu, Heroe mengklaim bahwa fenomena penyebaran itu belum sampai pada klasifikasi klaster dan menyebar cepat lantaran kontak erat yang cukup banyak dan berstatus orang tanpa gejala (OTG).
"Kita melihat sudah ada kontak erat terjadi di masyarakat, kalau kemarin kita melihat lebih banyak pada pelaku perjalanan, sekarang ini yang hari kemarin itu memang laporannya sudah ada kontak erat kita temukan dari tes dan tracing," jelas dia, Senin (7/2/2022).
Heroe menjelaskan, pihaknya masih melakukan kajian pada temuan kasus yang belakangan kembali melonjak. Dari pola penyebaran, memang ditemukan kesimpulan dan dugaan awal yang terlihat seperti fenomena Omicron, namun belum secara keseluruhan dari jumlah kasus. Ia juga menambahkan, dari sebanyak 248 kasus aktif Covid-19 per akhir pekan lalu di wilayahnya secara umum telah tersebar merata di seluruh area.
"Karena rata-rata OTG, jadi penanganan kita upayakan agar pasien melakukan isolasi mandiri di posko RT atau RW kalau tidak memungkinkan dilakukan di rumah. Kemudian percepatan vaksinasi booster juga terus kita lakukan," ungkapnya.
BACA JUGA: Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Mangunan Dapat Santunan Rp50 Juta
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menjelaskan, mayoritas pasien Covid-19 yang terkonfirmasi positif di wilayah itu memang baru mendapatkan penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua. Saat ini, pihaknya bersama layanan kesehatan di wilayah itu tengah mempercepat upaya penuntasan program vaksin booster baik kepada lansia maupun masyarakat umum untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Menurut Emma, penuntasan program vaksinasi penguat di Kota Jogja didukung dengan keberadaan 11 rumah sakit dan juga empat klinik dengan kapasitas penyuntikan mencapai 50-350 orang per hari. Pihaknya juga telah minta agar program vaksin penguat juga dilakukan di masing-masing Puskemas di tiap kelurahan maupun kemantren. "Saat ini ini capaian untuk booster umum di angka 25,03% kemudian lansia di angka 45,74%," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.
Kemenkes mencatat 15,6 juta kasus ISPA hingga Agustus 2026. Kemarau, polusi, dan kualitas udara turut menjadi perhatian.
Website Genhi hadir untuk mengintegrasikan 10 bank sampah di Purwokinanti sekaligus memudahkan komunikasi dan pendaftaran nasabah.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 15 Agustus 2026 didominasi cerah. Suhu mencapai 31°C, masyarakat diminta waspada cuaca terik.
Jadwal perpanjang SIM Gunungkidul Agustus 2026 tersedia lewat SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.