Lima Mahasiswa UGM Luka Saat Demo, Kampus Siapkan Advokasi Hukum
UGM mempertimbangkan langkah hukum untuk mengadvokasi lima mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan saat demo di Sudirman.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah kapanewon mulai kenaikan kasus Covid-19 dengan klaster keluarga dan pelaku perjalanan sebagai penyumbang terbanyak, salah satunya yang terjadi di Kapanewon Banguntapan.
Panewu Banguntapan I Nyoman Gunarsa menyampaikan klaster keluarga terdapat kasus Covid-19 disebabkan mobilitas ke luar daerah. Tujuan ke luar daerah itu seperti ke Jakarta, yang lantas terdeteksi Covid-19 seusai balik Bantul.
Sampai Minggu (13/2) siang, total kasus di Banguntapan 128 kasus. “Sebagian besar isoman [isolasi mandiri] karena tidak bergejala. Jadi relatif ringan dalam menyikapi masyarakat yang terpapar Covid-19,” paparnya, kemarin.
Menghadapi lonjakan kaaus yang terjadi, Gunarsa menjelaskan berbagai sukarelawan yang ada di Kapanewon Banguntapan kembali digerakkan. Para Lurah juga telah diinstruksikan untuk mengaktfikan selter-selter yang ada di kalurahan.
Bergeser ke wilayah lainnya, di Kapanewon Bantul pelonjakan kasus juga terjadi. Panewu Bantul, Fauzan Muarifin, menjelaskan lonjakan kasus terjadi dari berbagai klaster, mulai dari klaster keluarga dan pelaku perjalanan termasuk klaster SMAN 2 Bantul dan SMP 1 Bantul. "SMAN 2 Bantul ada 95 orng, yang SMPN 1 Bantul sekitar 11 orang,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mempertimbangkan langkah hukum untuk mengadvokasi lima mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan saat demo di Sudirman.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.