Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi korban tenggelam./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dua bocah laki-laki yang tinggal di Kalasan, Sleman, meninggal dunia karena tenggelam di sungai saat mandi, Senin (14/2/2022).
Sebelum kehilangan nyawa, keduanya mandi di Sungai Wareg, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan.
BACA JUGA: Tabrak Mikrobus di Gunungkidul, Pemotor Asal Condongcatur Meninggal Dunia
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan kedua bocah nahas itu berinisial RS, 12 dan DP, 13. Kedua korban mandi bersama lima teman lainnya sekira pukul 11.30 WIB.
“Kedua korban tenggelam dan warga mencoba menyelamatkan mereka setelah mendengar teriakan minta tolong,” ujarnya.
Peristiwa ini diketahui seorang penggali pasir, Ponirin, yang kemudian mencoba menolong kedua korban. Sembari melaporkan kejadian dan menunggu polisi datang, warga membawa kedua korban ke Rumah Sakit Bhayangkara dan rumah sakit Panti Rini.
Namun, nyawa kedua anak ini tidak tertolong. Kedua bocah Kalasan ini meninggal di rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar