Kejar Target Wisman, Pelaku Industri Pariwisata Bertemu di JITAC 2026
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
Sri Sultan HB X/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berkomitmen menangani Covid-19 dengan menyiapkan selter tambahan dan anggaran melalui biaya tak terduga (BTT) sekitar Rp40 miliar untuk penanganan di tengah melonjaknya kasus Covid-19. Selain itu, menghentikan atraksi kesenian di Teras Malioboro demi mencegah terjadinya kerumunan.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta kegiatan atraksi seni di Teras Malioboro sementara dihentikan di tengah lonjakan kasus Covid-19. Penghentian itu dilakukan demi mencegah terjadinya kerumunan. Sultan mengatakan atraksi seni terpaksa dihentikan sementara karena berisiko terjadi kerumunan.
“Minggu [lalu] berkerumun karena di Malioboro diselenggarakan berkesenian, saya minta diberhentikan saja, karena semua berkerumun di situ jadi risikonya besar. Tolong teman-teman pers [media] bagaimana [mengedukasi] masyarakat agar mau menjaga prokes, memakai masker itu penting,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Kamis (24/2/2022).
Terkait meningkatnya kasus Covid-19 di DIY, menurut Sultan prokes menjadi kunci utama dalam mencegah penularan. Sehingga bukan soal buka tutup suatu wilayah, melainkan kesadaran masyarakat menaati prokes.
“Masyarakatnya itu mau menghindari kerumunan atau tidak, kita akan mencoba untuk bagaimana [memperketat prokes]. Ini bukan masalah dibuka atau ditutup, tetapi bagaimana kesadaran masyarakat prokes dan pakai masker itu sesuatu yang penting. Begitu kena OTG ya di rumah, kan gitu aja,” ucap Raja Kraton Ngayogyakarta ini.
DIY berupaya mencegah dengan menambah selter untuk menampung warga yang positif Covid-19. Ketaatan prokes kini menjadi persoalan tersendiri karena kesadaran masyarakat mulai menurun. Sehingga beberapa warga yang cenderung tidak peduli dengan prokes.
“Kalau penambahan selter tidak ada masalah, kita sudah menyiapkan, kalau [Hotel] Mutiara penuh kami punya selter yang dikelola Pemda DIY. Masalahnya kan kesadraan warga masyarakat turun, dalam arti sakkarepe dewe [semaunya sendiri], berkerumun yo sak karepe dewe [semaunya sendiri], ora nganggo masker dan sebagainya. Karena [prokes] itu yang paling pokok karena penularannya cepat,” ujarnya.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan salah satu upaya menekan kasus harian dan kematian adalah dengan mempersiapkan fasilitas Isoter. Karena tempat isolasi sangat penting untuk mencegah penyebaran kasus dan memberikan kesempatan kepada warga dapat tertangani dengan baik. Masyarakat yang menjalani isoman namun tempat tinggal tidak memadai disarankan ke Isoter agar tidak menimbulkan penularan.
Saat ini Isoter Hotel Mutiara 2 sudah hampir penuh, sehingga Hotel Mutiara 1 yang berdekatan juga disiapkan sebagai selter Covid-19. “Hotel Mutiara 1 mampu menampung dengan kapasitas 100 bed, saat ini semua fasilitasnya sudah siap, tinggal menempati saja. Kalau Mutiara 2 penuh langsung menggunakan Hotel Mutiara 1. Sampai hari ini masih cukup yang Mutiara 2,” katanya.
Ia menambahkan sudah banyak kelurahan yang melaporkan telah memiliki selter yang disiapkan untuk warganya. Selter di level kelurahan itu jumlahnya cukup banyak untuk di DIY dan dikelola oleh pemerintaha kalurahan.
“Selter ini sudah banyak yang memiliki fasilitas sehingga bisa digunakan untuk warga,” katanya.
Selain itu DIY menyiapkan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) sekitar Rp40 miliar lewat APBD DIY 2022 yang sewaktu-waktu dapat diambil untuk berbagai penanganan Covid-19. Anggaran ini akan dipakai termasuk operasional selter Covid-19 yang dikelola oleh Pemda DIY. Baskara Aji memastikan anggaran tersebut dapat digunakan kapan saja untuk berbagai hal terkait dengan Covid-19.
“Anggaran itu bisa dipakai untuk setahun ini, kalau misalnya habis ya nanti akan ada refokusing, anggaran lain dialihkan ke BTT untuk penanganan darurat seperti Covid-19. Sebelumnya sudah kami perhitungkan lewat APBD dengan menyiapkan anggara lewat BTT tersebut,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.