51 Siswa dan Guru SMAN 1 Bantul Positif Covid-19
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, BANTUL- Siswa dan guru sekolah menengah atas negeri (SMAN) 1 Bantul yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Saat ini total sudah ada 51 guru dan siswa sekolah setempat yang positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR yang dilakukan pada Selasa lalu.
Kepala SMAN 1 Bantul, Ngadiya mengatakan hasil tes swab PCR massal yang menyasar siswa dan guru yang dilakukan pada Selasa (1/3) lalu diketahui terdapat 20 siswa dan seorang guru yang positif Covid-19, “Total ada 20 siswa dan seorang guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah hasil swab PCR massal keluar,” ujar Ngadiya, saat dihubungi Rabu (2/3/2022).
Sebelumnya sudah ada 13 siswa yang positif Covid-19 kemudian dilakukan tes swab antigen yang menyasar beberapa kelas dengan hasil 16 siswa dan seorang guru positif Covid-19. Dengan adanya 20 siswa dan seorang guru yang positif Covid-19 maka total siswa dan guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 51 orang.
“Dari jumlah tersebut sudah ada siswa dan guru yang sebelum dinyatakan positif dan sekarang sudah sembuh,” ujar Ngadiya.
Setelah adanya temuan puluhan siswa dan guru positif Covid-19, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Bantul 1 untuk proses tracing dan testing kepada warga yang kontak erat dengan 21 siswa dan guru yang dinyatakan positif Covid-19.
Ngadiya menganmabahkan, dari temuan puluhan siswa dan guru positif tersebut, maka proses pembelajaran jarak jauh atau PJJ masih akan berlangsung hingga 4 Maret 2022 mendatang. Semua siswa belajar dari rumah, sementara gurunya tetap mengajar dari kelas khusus guru yang sehat.
Sementara guru yang masih menjalani karantina tetap mengajar dari rumahnya masing-masing. Menurut dia PJJ sudah dilakukan sejak 23 Februari lalu dan akan dilakukan hingga 4 Maret mendatang.
BACA JUGA: Haryadi: Masih Ada Saja Warga di Jogja yang Memberi Stigma Negatif Pasien Covid-19
Setelah itu akan dilakukan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) 50% bagi siswa yang dinyatakan negatif covid-19, “Untuk PJJ masih akan berlangsung hingga tanggal 4 Maret 2022 yang kemudian akan disusul dengan PTM 50 persen,” katanya.
Ngadiya menegaskan siswa dan guru yang positif Covid-19 bukan berawal dari klaster sekolah, namun dari klaster keluarga yang kemudian menularkan ke siswa lainnya. Pihaknya masih terus akan mengevaluasi proses belajar mengajar sesuai perkembangan penularan Covid-19 di sekolah. Ia juga berkoordinasi dengan Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share