20.100 Liter Minyak Goreng Dikucurkan dalam Operasi Pasar di Bantul

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Sabtu, 05 Maret 2022 13:17 WIB
20.100 Liter Minyak Goreng Dikucurkan dalam Operasi Pasar di Bantul

Tim Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul melakukan pemantauan harga minyak goreng di toko swalayan Bantul pada Rabu (19/1/2022)/Ist

Harianjogja.com, BANTUL—Operasi pasar (OP) minyak goreng di Bantul mulai digelar. Sekitar 20.100 liter minyak goreng bakal dikucurkan ke belasan lokasi.

BACA JUGA: Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen Terganjal 8 Persen Lahan SG, Nilainya Mencapai Rp200 Miliar

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana, menjelaskan OP minyak goreng mulai digelar Jumat (4/3/2022). Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, menjadi titik pertama operasi pasar dengan alokasi sekitar 2.000 liter.

Dari 13 titik operasi pasar, sebagian wilayah merupakan kantong kemiskinan meskipun ada wilayah lain yang tidak masuk kriteria itu.

"Ada yang tidak [kawasan kantong kemiskinan]. Rencana awal OP minyak goreng semuanya diarahkan ke wilayah kantong kemiskinan, tetapi ternyata datanya belum siap," kata Agus.

Dengan alokasi 20.100 liter minyak goreng, Agus berharap operasi OP yang digelar dapat membantu menuntaskan persoalan kelangkaan minyak goreng seperti yang terjadi selama ini. "Meskipun sedikit, kalau digelar secara kontinyu Insyaallah OP ini mampu mengatasi kelangkaan yang terjadi, karena di beberapa tempat minyak goreng sulit ditemukan," ujarnya.

Kondisi ini, menurut Agus, bakal bertambah parah menjelang datangnya bulan Ramadan. Meski demikian, Pemkab berharap ketersediaan minyak goreng bisa kembali pulih, sehingga masyarakat tidak terlalu risau.

BACA JUGA: Pasrah! DIY Kehabisan Cara Mengatasi Kelangkaan Minyak Goreng  

Kabid Sarana Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Arum Bidayati menerangkan minyak goreng yang didistribusikan dalam operasi pasar berasal dari Bulog. "Dari Bulog langsung didistribusikan ke masyarakat umum. Dropping dilakukan melalui kantor kalurahan," katanya.

Untuk memperoleh minyak goreng dalam operasi pasar, warga tidak dikenakan syarat khusus seperti membawa KTP atau dokumen lainnya. Aturan yang diberlakukan hanya pembatasan pembelian, yakni maksimal dua liter per kepala keluarga. Arum menyebutkan OP minyak goreng akan dilakukan bertahap di masing-masing lokasi mulai 4-8 Maret 2022.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online