Bidik SDM Global, Kader PMII DIY Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris
PW IKAPMII DIY dan Kampung Inggris Jogja berkolaborasi meningkatkan skill bahasa Inggris kader PMII menuju daya saing global.
Ilustrasi cabai/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono mengungkap kenaikan harga cabai serta masih terjadinya kelangkaan minyak goreng. Terkait cabai lebih disebabkan faktor cuaca, sedangkan minyak goreng sepenuhnya menjadi kewenangan pusat.
Sultan menyatakan kenaikan cabai setiap musim hujan merupakan rutinitas tahunan. Saat cuaca mulai membaik dan panenan melimpah harga secara perlahan akan normal.
“Kalau seperti selama masih ada hujan orang tidak mau menanam cabai yang jelas kan itu karena mesti busuk, tahunan harga itu fluktuatif,” katanya di Kepatihan, Senin (7/3/2022).
Sedangkan untuk minyak goreng, Sultan menilai sepenuhnya menjadi kewenangan pusat terutama berkaitan dengan bahan baku. Jika stok dalam negeri berkurang, maka harga dipastikan naik.
BACA JUGA: Tak Ada Lagi Tes Covid-19 untuk Penumpang Angkutan Umum, Luhut Jelaskan Alasannya
“Kalau seperti minyak goreng, kebijakan pusat sekarang kan hanya masalahnya untuk kebutuhan dalam negeri itu sesuai dengan kebutuhan tidak, persediaan minyak goreng itu, kalau enggak ya mesti harga naik,” ujarnya.
Sultan menyadari kemungkinan pusat sudah membuat komitmen dengan sejumlah negara berkaitan dengan ekspor CPO yang tidak memungkinkan dibatalkan di tengah melonjaknya kebutuhan dalam negeri. HB X mengibaratkan kelangkaan minyak goreng berawal dari bahan baku CPO ini nyaris serupa dengan batubara yang sepenuhnya menjadi kewenangan pusat. Daerah hanya menjadikan distribusi agar berjalan normal.
“Tetapi bagi mereka yang berproses bikin CPO, minyak sawit, kalau sudah terlanjur, dia punya kontrak dengan luar negeri dibatalkan kan tidak bisa. Berarti kan kebutuhan dalam negeri mesti kurang, tetapi itu kan kebijakan pusat. Yang menentukan kelangkaan atau tidak seperti batubara kan wewenang pusat semua,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PW IKAPMII DIY dan Kampung Inggris Jogja berkolaborasi meningkatkan skill bahasa Inggris kader PMII menuju daya saing global.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.