Kelas Makin Sepi Lima SD di Gunungkidul Akhirnya Digabung
Lima SD negeri di Gunungkidul resmi digabung mulai tahun ajaran baru akibat kekurangan murid. Berikut daftar sekolah yang diregrouping.
Petugas BPBD Gunungkidul menyingkirkan pohon tumbang yang menimpa rumah di Desa Mulusan, Paliyan, Jumat (11/3/2022)./Istimewa BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ratusan rumah di Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, rusak diterjang angin kencang.
BACA JUGA: Erupsi Merapi Tak Berpengaruh, Wisata Sekitar Lereng Gunung Tetap Ramai
Rumah-rumah yang rusak pada Jumat (11/3/2022) di Kecamatan Paliyan masih diperbaiki. Asbes dan kayu sangat dibutuhkan masyarakat setempat.
Lurah Mulusan, Supodo, mengatakan, perbaikan terus dilakukan dan baru mencakup separuh yang dibutuhkan.
Menurut dia, pada Minggu siang ada bantuan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul.
Supodo mengungkapkan warga membutuhkan bantuan asbes dan kayu usuk untuk perbaikan atap rumah yang rusak. Hingga sekarang bantuan dari pemkab berkaitan dengan material perbaikan juga belum turun.
“Selain bantuan dari pihak ketiga, warga juga bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.
Angin kencang yang terjadi pada Jumat sore mengakibatkan ratusan rumah rusak. Selain itu, dua warga juga dilaporkan mengalami luka-luka. “Korban jiwa tidak ada,” katanya.
Sekretaris BPBD Gunungkidul Eka Prayitno mengatakan hingga Minggu siang penetapan status kebencanaan masih dikaji. Evakuasi pohon tumbang di rumah warga atau yang memutus jalan sudah selesai. Fokus sekarang adalah pembenahan rumah yang rusak.
BACA JUGA: Korban Robot Trading Fahrenheit, Warga Bantul Kehilangan Rp825 Juta dalam Sekejap
Kepala Seksi Pencegahan Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Gunungkidul, Agus Wibawa mengatakan, rumah yang terkena angin kencang ada 186 unit dan warga yang tinggal di dalamnya 705 jiwa. Sebanyak 177 rumah berada di Desa Mulusan dan 11 rumah di Desa Karangasem. “Lima rumah rusak berat dan warga pun mengungsi ke kerabat terdekat,” katanya.
Menurut Agus, sampai saat ini penanganan di lokasi bencana masih terus dilakukan. Ia mengakui proses penanganan terkendala hujan. “Kalau terjadi hujan lebat lagi, penanganan harus berhenti dan menunggu hingga reda,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima SD negeri di Gunungkidul resmi digabung mulai tahun ajaran baru akibat kekurangan murid. Berikut daftar sekolah yang diregrouping.
Regulator gas mendesis bisa dipicu seal, pemasangan, atau regulator rusak. Simak penyebab dan cara mengatasinya dengan aman.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Inovator Pembangunan dan Ketahanan
Masa tunggu haji reguler turun menjadi rata-rata 26 tahun. Pemerintah masih mengkaji berbagai skema percepatan keberangkatan jemaah.
Ketua RT mengungkap tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pernah mengirim ancaman serupa kepada warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Akselerator Pariwisata