Starting XI Final Championship PSS vs Garudayaksa: Riko-Andik Starter
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan kekuatan terbaik pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Ilustrasi sembako/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL- Kenaikan sejumlah harga bahan pokok pangan disinyalir terjadi karena naiknya demand atau permintaan barang oleh konsumen menjelang Ramadan yang akan dimulai dua pekan lagi. Kendati demikian kenaikan harga yang terjadi dinilai masih dalam tahap kewajaran.
"Supply and demand ini kan menjelang Ramadan artinya orang bersiap-siap untuk menyongsong Ramadan. Saya harus membeli ini untuk kepentingan saya membuat ini atau memproduksi ini dan lain sebagainya," terang Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana pada Jumat (18/3/2022).
Menurut Agus, kegiatan-kegiatan UKM mulai menggeliat saat ini. Apalagi potensi banyaknya pedagang dadakan yang biasa berjualan di pasar sore atau pasar tiban nantinya. Hal ini lah membuat UKM membutuhkan bahan pangan yang lebih. "Yang biasanya enggak jualan jajanan, jualan jajanan dan sebagainya. Akhirnya tadi kebutuhannya semakin meningkat," tandasnya.
BACA JUGA: Tes Covid-19 Dicabut, Penumpang Bandara YIA Melonjak
"Ketika kebutuhan meningkat, pasarnya kan kurang. Kalau msialnya kurang, akhirnya harga kan meningkat," tambahny
Dari segi kenaikannya, peningkatan harga yang terjadi menurut Agus masih dalam taraf kewajaran. "Lumrahlah ketika ramadan itu kemudian naik harganya. Seperti biasa-biasanya kan seperti itu, tapi masih dalam taraf kewajaran, yang jelas kan itu," tandasnya.
Sebelumnya Kabid Sarana Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Arum Bidayati menerangkan bila dari hasil pantauan harga bahan pokok di Pasar Bantul, Pasar Piyungan, Pasar Pijenan, Pasar Imogiri dan Pasar Niten mendapati rerata harga beberapa komoditas mengalami kenaikan. Pada komoditas telur ayam misalnya yang rata-rata naik Rp2167, dari rata-rata Rp21.700 menjadi Rp23.867 per kilogram.
Kenaikan tertingi terjadi pada bahan pangan cabai merah. Baik cabai merah keriting maupun cabai merah besar, keduanya mengalami kenaikan harga. Sebelumnya cabai merah keriting dibanderol dengan harha Rp38.600 per kilogram. Kini harganya menjasi Rp43.500 per kilogram atau naik Rp4900 per kilogramnya.
Tak hanya cabai merah ketiting, cabai merah besar pun mengalani kenaikan rerata harga yang cukup tinggi. "Harga cabai merah besar dari rata-rata Rp36.500 per kilogram, harganya naik di angka Rp40.000 per kilogram, naik Rp3500 per kilogramnya," tuerangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan kekuatan terbaik pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.