Nikah di Dalam Gua, Pasangan di Gunungkidul Ini Pakai Mahar Walang Goreng

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 29 Maret 2022 15:57 WIB
 Nikah di Dalam Gua, Pasangan di Gunungkidul Ini Pakai Mahar Walang Goreng

Prosesi pernikahan unik yang diselenggarakan di dasar Gua Ngingrong di Desa Mulo, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (29/3/2022)/Ist

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dua pasang mempelai menikah di dalam Gua Ngingrong, Kalurahan Mulo, Wonosari, Selasa (29/3/2022). Selain berlangsung di alam terbuka, mahar yang diberikan juga unik karena hanya seperangkat alat salat dan satu toples walang goreng.

Sebelum pernikahan berlangsung, mempelai, saksi maupun penghulu harus menunuruni tebing puluhan meter untuk sampai sampai di dasar gua untuk mengikrarkan janji suci pernikahan. Selain itu, juga ada atraksi, seperti mempelai pria yang datang menyambut pasangannya dengan wahana flying fox.

Ketua Forum Ta\'aruf Indonesia (Fortais), Ryan Budi Nuryanto mengatakan, pernikahan unik di dalam gua merupakan yang pertama di Indonesia. Prosesi nikah unik sengaja dilakukan dalam rangka menyambut Bulan Puasa, sekaligus untuk mempromosikan Gua Ngingrong sebagai salah satu destinasi alam di Gunungkidul.

BACA JUGA: Rute ke Gua Kebon, Air Terjun di Kulonprogo yang Baru Saja Dikunjungi Artis

“Mungkin ini yang pertama di Indonesia dan Gunungkidul untuk pelaksanaan prosesi perniakahn di dalam gua,” kata Ryan kepada wartawan, Selasa siang.

Menurut dia, pemilihan lokasi di Gunungkidul karena memiliki kekayaan alam, budaya, hingga kuliner yang layak diangkat. Selain itu, untuk mahar yang diberikan juga terbilang unik karena mempelai perempuan hanya diberkan seperangkat alat salat dan satu toples walang goreng yang merupakan penganan khas dai Bumi Handayani.

“Semua berjalan lancar. Rencananya, kami akan menggelar nikah bareng lagi di kawasan pantai,” katanya.

Panewu Wonosari, Siswanto mengaku ikut menjadi saksi. Ia pun mengucapkan selamat kepada kedua mempelai yang melaksanaan pernikahan di dasar Gua Ngingrong. Prosesi ini akan meninggalkan kenangan kuat bagi pesertanya karena menjadi kenangan unik yang bisa diceritakan ke kerabat hingga masyarakat.

“Mudah-mudahan kegiatan juga membantu dalam sarana promosi wisata khususnya di kawasan Gua Ngingrong,” katanya.

Salah satu peserta nikah di Gua Ngingrong, Rumadi,36, mengatakan, mengikuti acara ini setelah diberitahu oleh kawannya. Ia lantas mendaftar dan ikut serta dalam acara nikah bareng. “Saya memang ingin menikah sebelum puasa. Jadi, saat ada acara nikah bareng di Gunungkidul, saya ikut,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online