Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Senjata tajam yang diamankan dari para terduga pelaku klithih di Bantul, Senin (29/11/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA-Kejadian remaja tewas akibat klithih di Jogja terulang lagi. Terbaru, remaja berinisial DAA terpaksa meregang nyawa setelah lehernya dihantam gir oleh sekelompok orang tidak dikenal.
Kejahatan jalanan klithih bukan kasus baru di Jogja. Beberapa tahun terakhir, aksi tidak terpuji ini banyak terjadi di jalanan Jogja hingga menjadi momok bagi masyarakat.
Dihimpun dari berita-berita Harianjogja.com, berikut ini kumpulan kasus klithih di Jogja yang memakan korban jiwa remaja:
Pada Senin (12/12/2016) rombongan remaja berjumlah 20 orang siswa SMA Muhammadiyah 1 Jogja yang tengah pulang dari piknik di Pantai Ngandong mendadak diserang sekelompok pemuda bercadar yang bersenjatakan pedang dan clurit di Jl.Siluk-Panggang, Dusun Lanteng, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri.
Baca juga: Sadis, Pria Kebumen Tewas Dihantam Gir di Depan Balai Kalurahan Banguntapan
Salah satu dari peserta rombongan, Adnan Wirawan Adiyanta kemudian menjadi korban tewas akibat sejumlah luka senjata tajam, dan satu tusukan di perut bagian samping. Tak lama berselang polisi melakukan penangkapan, dan kemudia menetapkan 10 tersangka yang berasal dari salah satu SMA swasta di Jogja.
Fatur Nizar Rakadio, 16, akhirnya tewas setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUD) Dr. Sardjito. Ia tewas setelah menjadi korban klithih yang dialaminya di Jalan Panggang-Siluk, Selopamioro, Imogiri, Bantul pada 14 Desember 2019.
Korban merupakan salah satu siswa di sebuah SMK di Sleman. Ia sempat mendapat peratawan di rumah sakit selama hampir sebulan hingga akhirnya ia meninggal dunia pada 9 Januari 2020. Dio, panggilan akrab remaja ini, mengalami patah tulang leher, punggung dan tulang ekor.
Seorang remaja berinisial DAA, asal Kebumen Jawa Tengah tewas dihantam gir oleh sekelompok pemuda pada Minggu (3/4/2022) dini hari WIB di Jalan Gedongkuning tepatnya di depan Balai Desa Banguntapan.
Menurut sakdi yakni Linmas Kelurahan Banguntapan, kejadian itu berlangsung cepat. Dirinya hanya mendengar suara gitar milik korban yang terseret akibat korban jatuh dari sepeda motor. Saat dihantam dengan gir, dia juga tidak mendengar suara teriakan. Pelaku berjumlah lima orang lari ke selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.