PSS Sleman Masih Berburu Pemain Lokal, Ini Kata Pieter Huistra
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dugaan aksi perkelahian antar pelajar menyebabkan satu orang korban meninggal dunia terjadi di Seyegan. Kelompok yang tengah bersitegang terlibat kejar-kejaran di jalanan sebelum akhirnya terjadi insiden kecelakaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Sebelumnya beredar di media sosial informasi adanya korban yang diduga dikejar klitih di Jl. Godean, Sleman. Namun Kapolresta Sleman Kombes Pol. Yuswanto Ardi menjelaskan kejadian tersebut bukan lah klitih, melainkan perkelahian antar pelajar.
"Saya koreksi, bukan klitih tetapi perkelahian antar pelajar," terang Ardi pada Minggu (8/9/2024).
BACA JUGA : Viral Video Orang Meninggal Dikejar Klithih, Begini Penjelasan Polisi
Ardi menambahkan dugaan tawuran tersebut terjadi di salah satu wilayah di Seyegan. Ditambahkan Ardi, aksi tawuran ini terjadi diduga terjadi pada hari Minggu (8/9/2024) dini hari tepatnya pukul 02.00 WIB. "Kejadian yang diduga tawuran di utara dusun Tegalweru, Margodadi, Seyegan," katanya.
Polisi masih mendalami kronologi dugaan perkelahian antar pelajar ini. Saat ini kasus ini sudah masuk dalam proses penyelidikan.
"Sementara masih kita dalami kronologinya. Sudah dalam proses penyelidikan Polsek Seyegan di-back up Polresta Sleman," ujarnya.
Ardi mengungkapkan bila tidak ada unsur spontanitas dalam kejadian ini. Antar kelompok yang diduga tengah terlibat perkelahian saling kejar-kejaran.
"Tidak ada unsur spontanitas. Peristiwa ini antar kelompok pelajar. Mereka saling kejar-kejaran dan akhirnya saling bertabrakan," katanya.
"Sekali lagi ini perkelahian antar pelajar. Tidak ada unsur spontanitas," imbuhnya.
Insiden ini menyebabkan satu orang berinisial A (15) meninggal dunia. Korban disebut Ardi diduga terjatuh dari kendaraan saat kejar-kejaran tengah berlangsung.
BACA JUGA : Polisi Tangkap 8 Terduga Kelompok Klitih yang Membacok Tiga Pemuda di Grogol Sukoharjo
"Korban meninggal akibat kejar-kejaran dan mengalami kecelakaan terjatuh dari motor," terang Ardi.
Kepada masyarakat khususnya orang tua Ardi berpesan agar bisa menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak menjadi pelaku maupun korban perkelahian antar pelajar. "Peran dan kepedulian orang tua ikut awasi anak masing-masing agar tidak keluar malam," ungkapnya. "Jaga anak kita masing-masing agar tidak menjadi pelaku maupun korban," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.